Jakarta, GPriority.co.id – Usai postingan ‘All Eyes On Rafah’ ramai diunggah di media sosial Instagram, saat ini masyarakat Indonesia berbondong-bondong memposting ‘All Eyes On Papua’.
Dalam sebuah video, menunjukkan beberapa masyarakat Papua yang rela melakukan perjalanan ke Jakarta selama 48 jam, hanya untuk menyuarakan aspirasinya terhadap pemerintah Indonesia.
“Di tempat kami itu ada terancam oleh perusahaan atau investasi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Hal ini pelanggaran HAM. Kami ini korban pelanggaran HAM. Ini hak kami, hak mutlak,” ujar seorang warga Papua di depan gedung Mahkamah Agung RI, pada Senin (27/5/2024) lalu.
“Kami para perempuan yang ada di seluruh tanah Papua, kami merasa terancam. Saya tidak punya sumber kehidupan yang lain, sebab saya hidup dari tempat saya, dari tanah saya, dari alam yang ada di sana. Hutan saya itu yang saya hidup dari situ. Saya ingin tanah saya tidak boleh dirampas atau diambil oleh perusahaan,” tegas seorang wanita bernama Rakirda Maa, sambil menitihkan air matanya.
Begitupun dengan Hendrikus Woro yang merupakan masyarakat adat awyu, yang ikut menyuarakan pendapatnya.
“Saya tidak butuh uang, saya bisa hidup bertahun-tahun di hutan tanpa uang,” jelas Hendrikus.
Dalam aksi demo tersebut, mereka juga membawa spanduk bertuliskan “SELAMATKAN HUTAN ADAT DAN MANUSIA PAPUA”.
Aksi dukungan ‘All Eyes On Papua’ juga turut didukung oleh selebriti Indonesia. Beberapa diantaranya seperti Rachel Vennya dan Luna Maya.
Dalam sebuah keterangan dijelaskan, usut punya usut, hutan di Papua tepatnya di Boven Digul Papua yang memiliki luas 36 ribu hektar atau lebih dari separuh luas Jakarta, akan dibabat habis dan dibangun perkebunan sawit oleh PT Indo Asiana Lestari.
Selain berpotensi menghilangkan hutan alam, proyek perkebunan sawit ini juga menghasilkan emisi 25 juta ton CO2. Jumlah emisi ini sama dengan menyumbang 5 persen dari tingkat emisi karbon di tahun 2030. Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Papua, tapi juga berdampak bagi seluruh dunia.
Foto : Instagram / @lambe_turah
