Jakarta, GPriority.co.id – Pernikahan dalam Islam bukan sekadar ikatan lahiriah, tetapi sebuah komitmen spiritual yang harus dibangun dengan nilai saling memahami dan menguatkan.
Hal ini disampaikan Ustad Reno Fathur dari Lembaga Dakwah Masjid Agung Sunda Kelapa.
“Maka, perlu dipahami bahwa pernikahan bukanlah tentang siapa yang paling unggul atau paling benar, melainkan tentang saling memahami, saling melengkapi, dan saling menguatkan,” ujar Ustad Reno kepada GPriority, Selasa (26/8).
Menurutnya, rumah tangga akan rapuh bila dibangun di atas ego, namun akan kokoh jika didirikan atas kesediaan untuk saling mengasihi dan menanggung beban bersama.
“Prinsip ‘saling’ inilah yang menjadi penopang keberlangsungan pernikahan dalam Islam,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ustad Reno menegaskan bahwa fondasi pernikahan sejati bukan sekadar cinta kepada pasangan, melainkan cinta kepada Allah.
“Dengan menjadikan Allah sebagai pusat cinta, pasangan akan mampu menata rumah tangga dalam koridor iman dan takwa,” ucapnya.
Cinta kepada Allah, lanjutnya, akan menumbuhkan kesabaran, keikhlasan, dan kesetiaan, sehingga pernikahan tidak hanya bertahan dalam suka, tetapi juga kuat menghadapi duka. Dengan fondasi ini, rumah tangga muslim akan menjadi sumber sakinah, mawaddah, wa rahmah.
“Pernikahan itu bukan tentang siapa yang paling, tapi siapa yang saling,” tegasnya.
Pewarta : Fifi Abdurahman
