Viral Nakes RSUD Datu Beru Joget Saat Sedang Operasi, Ini Faktanya

Nakes RSUD Datu Beru Aceh Tengah yang viral karena berjoget saat sedang operasi, memberikan klarifikasi/Foto : Dok. Istimewa Nakes RSUD Datu Beru Aceh Tengah yang viral karena berjoget saat sedang operasi, memberikan klarifikasi/Foto : Dok. Istimewa

Aceh Tengah, GPriority.co.id – Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan tenaga kesehatan (nakes) berjoget di ruang operasi menuai kecaman luas dari publik. Peristiwa ini terjadi di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, dan langsung menjadi sorotan karena dinilai tidak mencerminkan profesionalisme dalam dunia medis.

Dilansir dari YouTube Kompas, dalam video yang beredar, tampak seorang tenaga kesehatan melakukan gerakan joget saat proses operasi pasien tengah berlangsung. Aksi tersebut direkam dan kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu reaksi keras dari masyarakat yang mempertanyakan etika dan tanggung jawab tenaga medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini berlangsung pada awal April 2026. Sosok dalam video diketahui merupakan salah satu staf di ruang bedah rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit pun segera memberikan klarifikasi dan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) serta etika profesi tenaga kesehatan.

Direktur rumah sakit menegaskan bahwa ruang operasi adalah area steril yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta profesionalisme penuh dari seluruh tim medis. Aktivitas yang tidak relevan, seperti berjoget, dinilai sangat tidak pantas dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien.

“Ini merupakan pelanggaran serius terhadap etika profesi,” ujar pihak manajemen rumah sakit dalam pernyataan resminya.

Tak hanya dari pihak rumah sakit, kecaman juga datang dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut mencederai kepercayaan publik terhadap tenaga kesehatan. Profesi medis selama ini dikenal menjunjung tinggi etika, disiplin, dan tanggung jawab, terutama dalam situasi krusial seperti operasi.

Sejumlah netizen menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap tidak menghargai kondisi pasien yang sedang menjalani prosedur medis. Bahkan, sebagian pihak menilai bahwa tindakan tersebut dapat berdampak pada citra tenaga kesehatan secara keseluruhan.

Di sisi lain, beberapa pihak mencoba melihat kejadian ini sebagai bentuk kelalaian individu, bukan representasi seluruh tenaga medis. Mereka berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar pengawasan terhadap aktivitas di ruang operasi semakin diperketat.

Setelah video tersebut viral, tenaga kesehatan yang bersangkutan dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui kesalahan dan menyadari bahwa tindakannya tidak pantas dilakukan, terlebih dalam situasi operasi yang membutuhkan fokus tinggi.

Kasus ini juga memunculkan kembali diskusi mengenai pentingnya etika profesi dalam dunia kesehatan. Menurut pakar, tenaga medis tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga sikap profesional yang mencerminkan integritas dan empati terhadap pasien.

Dalam kode etik tenaga kesehatan, setiap tindakan harus berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan pasien. Aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi atau menurunkan standar pelayanan dinilai sebagai pelanggaran serius.

Kementerian Kesehatan pun diharapkan turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Penguatan pengawasan serta pembinaan terhadap tenaga kesehatan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Peristiwa viral nakes joget saat operasi ini menjadi pengingat bahwa profesionalisme dalam dunia medis tidak boleh ditawar. Kepercayaan masyarakat terhadap tenaga kesehatan harus dijaga dengan perilaku yang sesuai dengan etika dan standar profesi.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh tenaga medis dapat lebih berhati-hati dalam bertindak, terutama di lingkungan kerja yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia.