Wabup Fakfak Donatus Nimbitkendik Bicara Soal 100 Hari Kerja

Wabup Fakfak Donatus Nimbitkendik Bicara Soal 100 Hari Kerja Wabup Fakfak Donatus Nimbitkendik Bicara Soal 100 Hari Kerja

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Fakfak Donatus Nimbitkendik, menghadiri agenda Sarasehan Kebangsaan yang diinisiasi oleh BPIP RI, pada Selasa (20/5), di Gedung Nusantara IV DPR RI.

Donatus mengungkapkan, dalam agenda tersebut ada 2 pokok pembahasan yang dibahas oleh para narasumber. Yaitu terkait geopolitik dan geoekonomi.

“Dua pokok pembahasan itu yang ditekankan terkait dengan geopolitik, itu penekanannya tadi pada pengaruh geopolitik terhadap Indonesia dari negara-negara di luar seperti AS dan China. Sehingga bagaimana Indonesia harus mengedepankan pancasilanya sebagai satu payung, untuk kita terus membangun hubungan dengan negara-negara di luar seperti AS dan China,” ujar Donatus kepada tim GPriority.

Sementara, saat disinggung terkait 100 hari kerja, Donatus mengungkapkan jika Pemkab Fakfak berfokus pada perubahan, dengan melihat dampak positif dan negatif yang ada.

“Oleh karena itu perubahan-perubahan yang kita lakukan sesuai dengan visi-misi kita. Yang pertama kita lakukan adalah bagaimana kita harus mencedaskan anak bangsa ya,  sehingga kita berfokus pada pendidikan dan kesehatan gratis. Bagaimana supaya manusia itu sehat sehingga bisa melakukan segala sesuatu, itu program yang saat ini kita fokuskan dan sudah lakukan,” bebernya.

Disamping itu, Pemkab Fakfak juga melakukan program lain seperti ketahanan pangan dan program kerjasama dengan investor dari luar, salah satunya dari Korea.

“Seperti sekarang sudah dilakukan peninjauan langsung oleh Bupati sendiri dari para investor yang kita bawa dari Korea. Bagaimana kita melakukan ketahanan pangan terkait dengan penanaman jagung dan juga terkait dengan tebu, itu yang kita lakukan,” tambahnya.

Donatus pun menekankan, isu pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritas Pemkab Fakfak saat ini, terutama dalam masa 100 hari kerja.

” Karena ketika manusia itu sehat, maka dia bisa melakukan apa yang menjadi kebutuhan hidup mereka. Kemudian yang kedua adalah kita bicara tentang pendidikan. Kalau manusia itu sudah cerdas dan pintar, maka dia bisa berpikir untuk melakukan hal yang terbaik, untuk pribadinya maupun untuk keluarga dan juga untuk bangsa dan negara,” tekannya.

Kedepannya, Pemkab Fakfak akan terus bersinergi untuk dapat mewujudkan target awal yang telah ditentukan, begitupun dengan isu-isu yang masih terkendala hingga belum terlaksana dalam jangka waktu 100 hari masa kerjanya.

“Kalau dihitung dari pelantikan kan tanggal 20 Februari,  berarti kurang lebih kami baru mendekati 3 bulan, sehingga kami belum bisa bicara tentang presentase (kinerjanya). Kita saat ini sedang fokus pada hal-hal yang menjadi kekurangan di daerah kita, apabila itu sudah selesai, barulah kita bisa berpikir tentang hal-hal yang kedepan seperti apa. Memang kita harus kerja sama dengan semua pihak ya, baik antar stakeholders dengan pemerintahnya, masyarakatnya dan juga masyarakat adatnya,” tegas Donatus di akhir.

Foto : GPriority/Rizki Dimuharram