Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif yang berlangsung di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).
Dalam sambutannya, Totok mengingatkan peserta agar tidak terlalu bergantung pada teknologi AI hingga mengurangi kemampuan berpikir dan berkreasi.
Menurutnya, AI merupakan hasil ciptaan manusia yang lahir dari kecerdasan dan kreativitas manusia itu sendiri.
“AI adalah alat. Yang harus ditakuti bukan AI-nya, tetapi ketika manusia kehilangan kemampuan berpikir kreatif dan menyerahkan semuanya kepada teknologi,” ujar Totok.
Ia mengutip pandangan sejumlah pakar teknologi yang menekankan bahwa kekuatan utama tetap berada pada manusia sebagai pencipta dan pengendali teknologi. Karena itu, penggunaan AI harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Totok, kreativitas merupakan faktor utama yang tidak dapat digantikan oleh mesin. AI dapat membantu menyusun informasi, memberikan referensi, hingga mempercepat proses produksi konten. Namun kualitas hasil akhirnya tetap ditentukan oleh ide, sudut pandang, dan kreativitas manusia.
“Kalau orangnya kreatif, maka AI bisa menghasilkan sesuatu yang kreatif. Tetapi kalau tidak kreatif, hasilnya juga tidak akan maksimal. Kuncinya tetap pada manusia,” katanya.
Totok juga menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan AI di dunia pendidikan dan profesi, termasuk jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa teknologi tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan belajar dan bekerja, bukan menjadi jalan pintas yang membuat seseorang malas berpikir.
Berbekal pengalaman lebih dari tiga dekade sebagai wartawan, Totok menilai kreativitas selalu menjadi modal utama dalam profesi jurnalistik. Menurutnya, wartawan sering kali menghadapi situasi ketika tidak ada agenda besar atau peristiwa penting yang bisa diliput.
Dalam kondisi tersebut, kreativitas menjadi penentu dalam menemukan ide dan sudut pandang berita yang menarik.
“Dalam dunia jurnalistik, kreativitas adalah kunci. Wartawan harus mampu mencari dan mengembangkan ide liputan, bahkan ketika tidak ada peristiwa besar yang terjadi,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Totok berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI secara efektif untuk mendukung produksi kreatif, sekaligus tetap menjaga daya pikir kritis dan kreativitas sebagai kekuatan utama manusia.
