Wali Kota Langsa Menghilang Saat Banjir Bandang, Warga Geram di Medsos

Wali Kota Langsa Menghilang Saat Banjir Bandang, Warga Geram di Medsos/Foto : Dok. Instagram @jeffrysentanaofficial Wali Kota Langsa Menghilang Saat Banjir Bandang, Warga Geram di Medsos/Foto : Dok. Instagram @jeffrysentanaofficial

Langsa, GPriority.co.id – Kota Langsa menjadi salah satu daerah yang paling terdampak dalam bencana banjir bandang belakangan ini. Namun disaat kota tersebut sedang terisolir, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, justru dilaporkan menghilang dan berada di daerah lain.

Melihat kondisi ini, warga Kota Langsa pun beramai-ramai menumpahkan kekesalannya di media sosial. Mereka menilai Jeffry lamban dalam menangani bencana banjir bandang yang menimpa kota ini.

Sebagai informasi, sejak Selasa (25/11) hujan ekstrem mengguyur kota Aceh dan kawasan Pulau Sumatera. Bencana tersebut bukan hanya merenggut ratusan nyawa, namun juga membuat ribuan warga hilang dan yang lainnya harus mengungsi.

Jalur transportasi pun lumpuh hingga menyebabkan sejumlah kabupaten/kota terisolasi total. Kondisi semakin buruk saat listrik dipadamkan secara total selama lima hari berturut-turut. Akibatnya, penyelamatan dan penyaluran bantuan pun harus terhambat.

Dikutip dari akun Instagram salah satu warga Kota Langsa, @ndrfrhh, 80 persen wilayah kota tersebut terdampak banjir hingga ketinggian airnya mencapai 150 cm pada hari pertama.

“Untuk sekarang di Kota Langsa masih mati lampu. Belum ada sinyal juga dan hampir 80 persen keadaan di Kota Langsa itu hancur. Langsa butuh bantuan ya guys ya. Butuh bantuan sembako, butuh bantuan makanan, butuh bantuan tempat tidur,” ungkap pemilik akun tersebut pada salah satu postingan videonya.

Di saat warganya sedang susah payah bertahan hidup, Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana, justru memicu kemarahan publik karena tidak berada di lokasi. Menurut masyarakat setempat, Jeffry tengah berada di Medan. Mereka pun beramai-ramai mengkritik Jeffry di media sosial.

“Disaat semuanya kesusahan, kami butuh sosok pemimpin yang hadir untuk menenangkan situasi. Tapi mereka malah pergi berhari-hari. Pemimpin hilang ketika bencana banjir bandang kemarin. Tidak ada rasa empati sama sekali terhadap masyarakatnya!,” ungkap pemilik akun @bgjaps.

Meski sempat merespon pesan langsung (DM) di Instagram dari warganya dan menyebut ada 17 dapur umum yang didirikan, namun Jeffry tak membalas lebih lanjut ketika ditanya terkait lokasi dapur umum tersebut.

Kritik keras lainnya datang dari pemilik akun @4121.ary yang secara tersirat menyenggol kinerja Jeffry sebagai pemimpin yang kurang amanah.

“Jef, udah 5 hari aku putus kontak sama keluarga di Langsa khususnya di Tualang Tengoeh, satu kampoengnya kita, satu main kita waktu kecil dulu. Hari ini kok jadi pejabat tinggi di Langsa. Ku dengar bisa-bisanya kau lari ke Medan. Rakyat yang pilih kamu malah kok ditinggalin? Gini kualitas pemimpin? kalau kau bukan pejabat gak masalah mau pergi selamatin diri sendiri keluar angkasa,” keluh akun tersebut.