Jakarta, GPriority.co.id – Dalam upaya penertiban penggunaan knalpot brong pada sejumlah masyarakat semarang yang masih menggunakannya, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mendukung penuh usaha dari pihak Polda Jateng dan Polrestabes Semarang.
Menurut Ita, selain mengganggu kenyamanan, penggunaan knalpot brong juga dinilai dapat memicu berbagai masalah sosial. Dirinya pun memberikan solusi untuk permasalahan knalpot brong ini.
Ita mengizinkan penggunaan Sirkuit Mijen sebagai alternatif bagi para warga pecinta motor yang ingin balapan.
“Tentu saya juga mengimbau kalau sudah aturan ya dipatuhi. Kalau ingin balapan, Kota Semarang punya Sirkuit Mijen. Silakan dipakai untuk tempat penyaluran hobi, monggo. Tapi dengan izin dan sebagainya. Di situ kalau ingin melampiaskan brong-brong di sana, tidak apa-apa kami mengizinkan. Termasuk untuk tempat kegiatan-kegiatan terkait dengan motor lah, begitu,” ujarnya.
Dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penggunaan knalpot brong, Ita juga menggandeng komunitas otomotif di daerah Semarang. Ita mengatakan, kegiatan ini juga akan turut dibantu oleh Kasatlantas Polrestabes Semarang dan Pemerintah Kota Semarang.
Selain gencar sosialisasi, Kepolisian Semarang juga mengadakan program Posko Donasi Knalpot Brong di Pos Zebra Simpanglima Semarang.
Nantinya knalpot brong yang didonasikan akan dihancurkan jadi potongan besi. Kemudian potongan besi ini akan dilelang secara kiloan. Dari hasil lelang potongan besi itu akan diberikan kepada panti asuhan atau panti sosial yang membutuhkan.
“Harapan kami, masyarakat akan banyak berpartisipasi menyumbangkan knalpot brongnya. Sejauh ini, masih belasan knalpot,” ujar AKBP Yunaldi, Kasatlantas Polrestabes Semarang.
Foto : Motorplus Online
