Wamen Todotua Pasaribu: Premanisme dan Ormas Ganggu Dunia Investasi Indonesia

Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu /Foto Fifi Abdurahman Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu /Foto Fifi Abdurahman

Jakarta, GPriority.co.id – Wakil Menteri Investasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menyatakan bahwa aksi premanisme dan ormas memiliki pengaruh besar terhadap iklim investasi di Indonesia.

Menurut dia, kehadiran premanisme dan ormas kerap menjadi penyumbang biaya tambahan investasi sekitar 15–40 persen di luar perencanaan.

Hal tersebut disampaikan Todotua dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (19/11).

“Di negara kita ini juga ada satu isu yang cukup signifikan yang memberikan kontribusi sangat besar dalam dunia investasi, yaitu kegiatan premanisme, premanisme dan ormas,” kata Todotua.

Ia mengungkapkan bahwa praktik premanisme tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, tetapi juga oleh oknum pemerintah maupun lembaga negara.

“Bahkan saya bilang, ya premanisme di kalangan institusi pemerintahan juga ada. Dalam semua lembaga riset dan survei, dinyatakan bahwa ini berkontribusi 15-40% terhadap cost of investment dan cost of production dalam investasi kita,” ucapnya.

Todotua mencontohkan kasus dugaan premanisme di Cilegon, di mana Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon sempat diduga melakukan pemerasan terhadap investasi PT Chandra Asri Alkali senilai Rp5 triliun.

Ia menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang.

Menurutnya, investasi justru bertujuan membuka atau membangun ekonomi baru, bukan malah sebaliknya.

“Investasi itu tujuannya untuk membuka atau membangun ekonomi baru. Investasi itu juga salah satu strategi untuk kita bisa mendapatkan pembukaan lapangan kerja baru,” pungkasnya.