Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) meningkatkan dana riset nasional hingga 218 persen.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie, mengatakan langkah ini penting agar Indonesia dapat melahirkan lebih banyak peneliti yang menghasilkan inovasi bagi kemajuan negara.
“Industri teknologi ini datangnya dari mana? Dari inovasi dari kampus. Apakah kita mampu Saya yakin kita mampu, tapi kita harus membangun ekosistemnya. Kita meningkatkan anggaran risetnya. Tadi saya sudah bilang di bahwa pemerintahan Bapak Presiden, kita meningkatkan dana riset di Kemendikti Saintek 218 persen,” kata Stella kepada wartawan dalam acara Antara Business Forum di Jakarta, Rabu (19/11).
Dia menambahkan, pemerintah akan terus bekerja keras mendorong peningkatan anggaran riset serta memperkuat kebijakan yang mendukung terciptanya ekosistem inovasi.
“Jadi kita sudah meningkat sangat pesat sekali untuk dana risetnya. Kita terus bekerja keras untuk meningkatkan dana risetnya. Dan membangun kebijakan-kebijakan yang mendukung ekosistem dari inovasi yang nanti akan langsung mendapatkan inovasi,” tambahnya.
Meski begitu, Stella mengakui masih ada sejumlah tantangan dalam upaya melahirkan peneliti-peneliti unggul di Indonesia. Menurutnya, ada dua tantangan utama yakni kepercayaan dan informasi.
Tantangan pertama, soal kepercayaan antara peneliti dan dunia usaha.
“Jadi, pada saat ini periset banyak yang tidak percaya kepada pengusaha. Karena nanti hasil riset saya ini dibawa lari tanpa saya diuntungkan. Sebaliknya, pengusaha juga punya ketidak percayaan. Apakah saya sudah, misalnya investasi sekian, apakah sungguh-sungguh akan mendeliver? Padahal sebenarnya problem ini hampir tidak ada di ekosistem-ekosistem yang sudah maju,” jelasnya.
“Kenapa? Karena sudah ada jelas kontrak. Sudah ada misalnya kontrak dari awal dan pengertian jelas dari awal apa yang dijanjikan dan apa yang diharapkan. Itu sudah jelas dari awal,” tambah Stella.
Saat ini, lanjutnya, Kemendikti Saintek tengah membangun regulasi yang tepat untuk memperkuat kepercayaan terhadap hasil riset.
“Intilah yang kita bangun. Itu tugas kami juga untuk mendorong secara kita mempunyai regulasi yang tepat agar adanya kepercayaan. Begitu kepercayaan ini jalan, kita bisa mempunyai banyak,” ucapnya.
Tantangan kedua adalah minimnya informasi. Banyak peneliti tidak tahu ke mana harus membawa hasil riset mereka, sementara pelaku industri juga bingung mencari pakar yang tepat untuk menyelesaikan persoalan mereka.
“Dan kedua, mungkin tantangan kedua adalah informasi. Jadi, banyak yang tidak tahu. Tidak tahu kalau saya punya hasil riset ini, siapa kira-kira industri yang bisa meng-offtake hasil riset saya. Sebaliknya, industri mungkin punya problem, punya masalah. Tapi saya tidak tahu siapa yang pakar untuk sampah, siapa yang pakar udang, siapa yang pakar kosmetik,” jelasnya.
Untuk menjembatani persoalan ini, Kemendikti Saintek kini menyiapkan sebuah dashboard yang dapat diakses publik guna memetakan keberadaan para peneliti di seluruh Indonesia.

One thought on “Dana Riset Naik 218 Persen, Pemerintah Siap Benahi Kepercayaan dan Akses Informasi”
Comments are closed.