Warga 19 Kampung di Aceh Tamiang Akan Mendapat Ganti Untung Jalur TOL Binjai-Langsa

Aceh Tamiang, Gpriority – Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh yang lahan tanahnya terkena pembangunan jalur Tax on Location (TOL) Binjai – Langsa akan mendapatkan ganti untung.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Tamiang, Ramli saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, luas lahan milik masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang yang terkena jalur pembangunan ruas TOL Binjai-Langsa sebanyak 780 bidang tanah atau seluas 403,50 hektare.

“Dan semuanya sudah selesai melewati tahapan proses identifikasi dan inventarisasi oleh Tim A dan B Satuan Tugas di Badan Nasional Pertanahan (BPN) Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Ramli, Sabtu, (6/3/2021).

Luas lahan yang masuk dalam daftar ganti untung tersebut, Ramli menyebutkan tersebar di 19 Kampung dalam 4 Kecamatan, yakni Kecamatan Kejuruan Muda, Sekerak, Karang Baru, dan Kecamatan Manyak Payed.

Dan Kampung yang terdaftar di Kecamatan Kejuruan Muda sebanyak 8 Kampung, yakni Kampung Semadam, Suka Makmur, Kebun Sungai Liput, Simpang Kanan, Tanjung Genteng, Tanjung Mancang, Bukit Rata, dan Kampung Pangkalan.

“Kecamatan Sekerak ada 5 Kampung, yakni, Kampung Pantai Perlak, Sererak Kiri, Sekerak Kanan, Bandar Mahligai, Kebun Batang Ara,”

Kemudian, Kecamatan Karang Baru ada 3 Kampung yang terdaftar, yakni Menanggini, Kebun Afdeling Seleleh, Paya Tampah.

“Sementara untuk di Kecamatan Manyak Payed sendiri ada 3 Kampung, yakni Kampung Paya Baru, Bandung Jaya Dan Krueng Sekajang,” katanya.

Disinggung kapan jadwal pastinya pembayaran ganti untung kepada masyarakat yang lahannya terkena jalur pembangunan TOL Binjai-Langsa, Ramli mengaku belum bisa mengatakan kapan jadwal pastinya.

“Namun, jika dilihat berdasarkan jadwal, proses pembayaran ganti untung akan selesai dilaksanakan pembayarannya pada Juli 2021 mendatang,” sebutnya.

Lebih jauh, Ramli merincikan, bahwa daftar 403,50 hektare luas lahan tersebut terdiri dari lahan milik masyarakat dan lahan HGU perusahaan swasta dan BUMN.

Adapun perusahaan yang arealnya terkena jalur pembangunan TOL tersebut adalah, PT Srikwala, PT Seumadam, PT Socfindo, PTPN I, PT PD Pati Sari, dan PT Dharma Agung.

Kesemuanya itu saat ini sudah selesai kita lakukan indentifikasi dan Inventarisasi. Dan untuk selanjutnya, Ramli mengaku, pihaknya akan mengumumkannya.

“Kemungkinan jadwalnya akan dilakukan di Minggu kedua bulan ini, sesuai Road Map Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol ruas Binjai Langsa,” katanya lagi.

Ramli menambahkan, setelah diumumkan dan tidak ada sanggahan, maka pada awal hingga April 2021 mendatang akan dilakukan penilaian objek pengadaan tanah oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Kalau berjalan sesuai jadwal, direncanakan bulan Juli 2021 mendatang selesai semua proses ganti untung untuk ruas tol dari Binjai menuju Langsa,” ujarnya.(Zul)

Related posts