Wisata Desa Datai Batu Hajak

Wisata Desa Datai Batu Hajak

Jakarta, GPriority.co.id– Desa Hajak merupakan desa tertua di wilayah Barito Utara, mempunyai tujuan untuk membuat sebuah Pesona Wisata dan merintis wisata dari awal, tujuan itu selaras dengan Tujuan Bapak Bupati Barito Utara yang mencanangkan wisata sebagai salah satu sektor pertumbuhan ekonomi masa pandemi. Hal tersebut Desa Hajak mengiventarisasi Keindahan Alam Desa Hajak, dan keidahan eksotik itu dinamakan Desa Datai Batu Hajak, untuk mewujudkan hal tersebut desa hajak menentukan empat zona yaitu :

Zona Scenic

Potential Penekanan zona ini adalah identifikasi pemandangan lanskap dari skala kecil ke skala besar (broad extend) dan fungsi yang dikembangkan adalah rekreasi edukasi pasif. Pengembangan pada zona scenic potential yang sesuai dengan pengembangan kawasan Hutan Eksotik serta bekas tambang wisata alam;

  • Aktifitas sight viewing yang dapat dikembangkan dengan jalan kaki menyusuri Jelajah Alam 9 Goa, Dataran Batu serta Bukit – Bukit bekas tambang batubara yang telah berubah dengan berbagai tegakan vegetasi, taman buah yang telah aktif dan terlihat berbagai warna, dan danau bekas tambang.
  • Pengembangan camping area juga melengkapi aktifitas hiking yang menjadi tempat istirahat wisatawan jalan kaki dan juga disediakan aksi kesenian lokal pada kawasan tersebut, sehingga wisatawan dapat sekaligus menikmati kearifan budaya lokal.

Zona Budidaya dan Pendidikan

Setiap kegiatan fokus pada peran manusia dalam menciptakan mempengaruhi pola dan proses lanskap (role of human) dan Fungsi yang dikembangkan adalah edukasi dan rekreasi pasif dengan interpretasi jenis-jenis tanaman dan hewan yang dibudidayakan dan proses alam. 

Pengembangan wisata alam pada daerah ini adalah pengembangan wisata budidaya dan pendidikan yang lebih terstruktur, terarah dan terintegrasi yang didukung oleh fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai. Adapun aktifitas yang dapat dikembangkan yakni aktifitas budidaya tanaman pohon.

Zona Rekreasi

Zona ini hampir mirip dengan zona budidaya dan pendidikan dimana setiap kegiatan fokus pada peran manusia dalam menciptakan mempengaruhi pola dan proses lanskap (role of human) namun berbeda dalam arah pengembangannya yaitu dikembangkan kepada rekreasi aktif yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Adapun bentuk kegiatan yang dikembangkan diantaranya;

  • Wisata air dengan menggunakan sepeda air dan perahu dayung yang menggunakan tenaga manusia yang menyusuri sekeliling danau bekas tambang dengan memandang hutan reklamasi bekas tambang, Susur Sungai Tewei, 
  • Wisata out bound atau wisata alam terbuka dengan menyediakan berbagai sarana simulasi permainan baik secara perorangan maupun kelompok, seperti paint ball, flaying fox, high rope games, ground games, dan simulasi permainan lainnya, Jelajah 9 Goa

Zona Konservasi

Pada zona ini setiap kegiatan fokus terhadap perencanaan lanskap yang mempengaruhi pola spasial dan implikasinya terhadap konservasi biologi dan manajemen ekosistem (spatial pattern) dan arah ditekankan kepada fungsi kawasan perlindungan terhadap kawasan bekas tambang batubara dan konservasi sumberdaya air. Zona konservasi di kawasan bekas tambang batubara ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan lahan bekas tambang, sehingga dapat menunjang kegiatan di kawasan bekas tambang batubara di kawasan wisata alam. Adapun aktivitas yang dikembangkan pada zona ini diantaranya

  • Pengembangan hutan desa sebagai RTH
  • Penanaman pohon sekitar danau bekas tambang untuk menjaga kelestarian sumber daya air

Penanaman pohon RTH sepanjang kiri kanan jalan dan sekitar objek-objek wisata, sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Foto: Dok. Pariwisata