Wisatawan Dilarang Gunakan Drone Untuk Memotret Suku Badui

Wisatawan Dilarang Gunakan Drone Untuk Memotret Suku Badui Wisatawan Dilarang Gunakan Drone Untuk Memotret Suku Badui

Jakarta, GPriority.co.id – Bagi anda yang berminat mengunjungi Suku Badui, peraturan resmi terbaru telah resmi dikeluarkan. Saat ini wisatawan dilarang menggunakan kamera drone untuk memotret pemukiman Suku Badui.

Adapun perkampungan masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, terdiri dari 68 kampung, termasuk Baduy Dalam di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik. Kini wisatawan dilarang untuk foto maupun merekam video menggunakan drone, di daerah tersebut.

Lebih lanjut, larangan ini diterapkan karena setiap kampung di daerah tersebut memiliki satu rumah adat yang disebut Imah Kokolot, dan tidak boleh difoto maupun direkam video. Terlebih jika menggunakan drone, seluruh kampung, termasuk juga rumah adat tersebut, akan terekam dalam kamera. Sehingga aturan ini pun tegas diberlakukan.

Kental Akan Tradisi Leluhurnya

Suku Badui adalah masyarakat adat yang tinggal di daerah Kabupaten Lebak, Banten. Mereka dikenal dengan gaya hidupnya yang masih mempertahankan tradisi nenek moyang serta menolak pengaruh modernisasi di zaman sekarang.

Suku Badui terdiri dari dua kelompok utama, yaitu Badui Dalam dan Badui Luar. Mereka pun memiliki aturan adat yang berbeda dalam kehidupan sehari-harinya.

Seperti Badui Dalam, mereka memiliki penjaga adat yang paling ketat. Mereka tinggal di tiga desa utama seperti Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Ciri khas Badui Dalam yaitu menolak segala bentuk teknologi modern dan tidak menggunakan alat transportasi. Mereka juga tidak mengenakan alas kaki, serta tidak mengenakan pakaian selain kain putih khas Badui Dalam.

Sementara Badui Luar, memiliki aturan yang lebih longgar, namun mereka masih memegang teguh tradisi. Mereka juga mulai mulai berinteraksi dengan dunia luar. Ciri khas mereka yaitu menggunakan pakaian berwarna hitam atau biru tua, dan diperbolehkan menggunakan beberapa teknologi sederhana, seperti alat pertanian dan pakaian dari pabrik.

Terkait kepercayaan, Suku Badui menganut kepercayaan Sunda Wiwitan, yang berfokus pada ajaran leluhur dan keselarasan dengan alam serta penghormatan terhadap roh nenek moyang mereka.

Beberapa pantangan dan larangan yang dijalankan Suku Badui pada umumnya seperti tidak menggunakan kendaraan untuk berpergian jauh, tidak memakai listrik atau alat elektronik, tidak menggunakan bahan kimia dalam pertanian, serta tidak membangun rumah dengan semen atau paku.

Editor: Novita Intan

Foto : Kementerian Pariwisata