1.246 unit rumah tidak layak huni di jawa Timur dibedah SNVT

JawaTimur, Gpriority-Dana sebesar Rp 21,8 Milyar untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah masyarakat di Jawa Timur telah dialokasikan oleh Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur . Anggaran tersebut akan digunakan untuk membedah sekitar 1.246 unit rumah tidak layak huni (RTLH) masyarakat.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur, Ridwan Dibya Sudharta pada Kamis (12/9) di Jawa Timur menjelaskan program BSPS di Jawa Timur akan dilaksanakan di 34 desa dan 14 kecamatan. Pihaknya juga tengah melakukan pembinaan terhadap Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang akan mendampingi masyarakat selama proses bedah rumah berlangsung.

“Jumlah rumah yang akan mendapatkan BSPS di Jawa Timur sebanyak 1.246 unit rumah,” tandasnya.

Sebagai informasi, penyaluran dana BSPS disalurkan oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementeriuan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui bank penyalur dana BSPS. Dana BSPS akan disalurkan kepada masyarakat apabila semua proses administrasi dan verifikasi yang dilakukan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) selesai di lakukan.

Penyaluran dana BSPS tentunya juga melihat kesiapan masyarakat atau kelompok masyarakat yang akan melaksanakan pembangunan. Sedangkan bantuan BSPS akan disampaikan kepada masyarakat dalam bentuk bahan bangunan dan upah tukang.

Adapun besaran angaran untuk masing-masing penerima BSPS berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 158/ KPTS/M/2019 tentang Besaran Nilai dan Lokasi Bantuan BSPS Tahun Anggaran 2019 terbagi menjadi dua. Pertama adalah Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya sebesar 17,5 juta. Dana tersebut merupakan dana untuk bahan bangunan Rp 15 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

Sedangkan yang kedua adalah Pembangunan Rumah Baru Swadaya dengan total dana Rp 35 juta. Dana tersebut terdiri dari dana untuk bahan bangunan Rp 30 juta dan Rp 5 juta untuk upah tukang.

“Semua program penyaluran dana bedah rumah atau BSPS Kementerian PUPR tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis,” tandasnya.

Sementara itu, dalam proses pembangunan rumah swadaya di Kabupaten Blitar, pihak SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur juga terus mendorong terwujudnya nilai kearifan lokal. Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam proses bedah rumah. Hal itu dapat terlihat dari proses bedah rumah milik Suprehatin yang berada di Desa Siraman RT 3 RW 5 Dusun Siraman Kecamatan Kesamben, Blitar.

Rumah kayu milik Suprihatin mengalami perubahan arah hadap rumah. Berdasarkan nilai kearifan lokal yang dianut masyarakat, rumah Suprehatin yang sebelumnya menghadap arah utara oleh warga setempat di gotong bersama –sama dan diputar menghadap barat. Hal itu dikarenakan menurut adat Jawa tidak diperbolehkan saudara muda mangku saudara tua . Karena seperti diketahui, rumah saudara tua beliau berada di dekat rumah Ibu Suprehatin. Menurut kepercayaan, jika saudara muda mangku saudara tua akan berpengaruh pada rejeki yang tidak lancar dan umur yang tidak panjang.

Selain itu, jika ditinjau dari desain bangunan, jika rumah dihadapkan utara, rumah tersebut tidak memiliki teras dan berdekatan dengan tetangga.

“Kearifan lokal memang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat di daerah namun alangkah baiknya berbagai macam kearifan lokal tetap sejalan dan memperhatikan kaidah struktur bangunan yang ada sehingga tercapai rumah layak huni, aman, sehat dan tahan terhadap bencana,” tutupnya.(Hs)

Related posts