10 Provinsi Paling Diminati Investor Asing di 2025, Siapa Juaranya?

Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai investasi terbesar di tahun 2025 ini/Foto : Dok. iStock Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai investasi terbesar di tahun 2025 ini/Foto : Dok. iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Potensi yang dimiliki setiap daerah menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor asing. Realisasi penanaman modal asing (PMA) pun berperan penting untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Selain mengucurkan aliran modal, investasi yang hadir pada setiap daerah juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi para warganya, pengembangan industri, serta juga dapat memperkuat struktur pada perekonomian nasional.

Menurut data terbaru yang dilaporkan oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) melalui GoodStats, terdapat 10 provinsi yang paling diminati oleh para investor asing di tahun 2025 ini.

Jawa Barat menempati urutan pertama dengan penerimaan investasi asing sebesar USD3.973 miliar. Provinsi Jawa Barat ditopang dengan ekosistem industri yang matang mulai dari kawasan industri, tenaga kerja, hingga rantai pasoknya.

Sementara, posisi kedua ditempati oleh Sulawesi Tengah dengan investasi sebesar USD3.746 miliar, diikuti DKI Jakarta dengan USD3.152 miliar, dan Maluku Utara di urutan keempat dengan nilai investasi USD2.514 miliar.

Provinsi lain yang juga diminati investor asing antara lain Jawa Tengah dengan nilai investasi USD1.601 miliar, Banten USD1.592 miliar, Jawa Timur USD1.478 miliar, Kepulauan Riau USD1.242 miliar, Bali USD912 juta, serta Papua Tengah pada urutan ke-10 dengan nilai investasi USD901 juta.

Besaran nilai investasi tersebut membuktikan jika investor asing percaya kepada potensi perekonomian di tanah air. Selain itu, investasi ini juga memiliki beberapa tujuan antara lain untuk menyerap tenaga kerja, memperluas kapasitas produksi, hingga memperkuat rantai pasok industri.

Dengan adanya aliran modal dari investor asing, diharapkan dapat berperan dalam pembangunan infrastruktur serta meningkatkan nilai tambah pada sumber daya alam di Indonesia. Diharapkan juga dapat mempercepat laju transformasi digital pada berbagai sektor.

Menurut laman Kemenkeu RI, investor asing juga berkontribusi dalam hal infrastruktur, lapangan kerja, transfer teknologi, serta diversifikasi ekonomi, guna pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Ke depannya, diharapkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus bertumbuh, hingga berdampak pada perekonomian secara nasional. Dalam hal ini, dibutuhkan sinergi antar pemerintah pusat, daerah, hingga para investor, untuk menciptakan investasi yang bukan hanya merata, tapi juga dapat terus berlanjut.