5 Karakter Traveller, Kamu yang Mana?

Selain menjadi obat untuk menghilangkan beban fikiran, traveling juga bisa membuka mata kita bahwa alam seindah ini ada untuk dinikmati. Banyak cara yang bisa dilakukan para traveller untuk menikmati keindahan alam yang akan dituju.

Jalan-jalan dengan ditemani orang tercinta seperti keluarga, sahabat, dan teman. Atau bahkan bagi yang ingin meluangkan waktu dengan diri sendiri, bisa juga memanjakan mata dan menjernihkan fikiran dengan solo travelling.

Berwisata juga biasanya dilakukan sesuai dengan minat yang kita inginkan, mulai dari traveling yang super hemat hingga traveling yang mementingkan kenyamanan tanpa memusingkan pengeluaran.

Berikut ini 5 karakter traveller, sesuai gaya liburan yang diinginkan.

1. Backpacker
Karakter traveller yang satu ini bisa dikatakan kaum fleksibel dan menyukai kebebasan dalam travelling. Barang yang dibawa saat liburan juga seadanya dengan menggunakan tas gendong tanpa koper. Budget yang dikeluarkan pun lebih sedikit dan sehemat mungkin. Seperti menggunakan traportasi umum yang murah, dan lokasi wisata yang murah juga bahkan gratis.

Tempat penginapannya juga biasanya lebih memilih di dormitory dari pada di hotel, karena tarifnya yang murah dan dalam satu ruangan diisi 4 sampai 10 orang.

Meskipun begitu, backpacker Traveller tidak pernah keberatan, kerepotan, atau merasa tidak nyaman. Karena banyak dari mereka yang justru senang terhadap keterbatasan dan menganggapnya sebagai tantangan.

2. Flashpacker
Karakter yang satu ini lebih mementingkan kenyamanan dalam liburan. Flashpacker juga tidak memusingkan dana yang dikeluarkan untuk transport, lokasi wisata, dan hotel. Kaum traveller ini biasanya tidak merencanakan perjalanannya akan pergi kemana, penginapakan dimanan dan lain-lain. Yang terpenting mereka akan jalan terlebih dahulu, urusan yang lainnya baru akan diselesaikan ketika sudah sampai di tujuan. Hal tersebutlah yang membuat traveller ini disebut sebagai flashpacker.

Dalam urusan pemilihan lokasi, para flashpacker juga tidak terlalu memusingkan, asalkan lokasi wisata menyediakan fasilitas yang cukup baik seperti penginapan dan tempat makannya, juga kemudahan akses lokasinya.

3. Solo Traveller
Solo traveller bisa disebut juga dengan berwisata sendiri. Berwista seorang diri ke luar kota atau luar negeri sangat menyenangkan. Kita bisa memberi waktu untuk diri sendiri dari lingkar pertemanan atau persaudaraan yang memusingkan.

Dengan solo traveling juga kita bisa menikmati liburan tanpa gangguan orang lain, atau membuang waktu dengan berunding. Bepergian sendirian juga akan membuat kita merasa lebih mandiri dan percaya diri.

4. Cultural Exploler
Cultural exploler adalah karakter traveller yang lebih senang berwisata ke tempat bersejarah. Liburan ke tempat-tempat yang memiliki nuansa kearifan lokal terasa spesial bagi cultural explorer.

Saat berlibur, biasanya mereka akan mengabadikan banyak foto di tempat yang disinggahinya. Foto-foto tersebut akan diunggah di media sosial dan diberi penjelasan detail tentang latar belakang dan sejarahnya.
Cultural Explorer juga biasanya senang berkomunikasi dengan warga setempat, menghadiri upacara-upacara maupun festival tradisional dan pergi ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi.

5. The Foodie
The foodie bisa dibilang sebagai wisata kuliner. Mulai dari jajanan kaki lima hingga makan mewah sekali pun pasti akan dilakoni para pecinta kuliner ini. Apalagi sekarang banyak sekali referensi wisata kuliner yang beredar di internet.

Salah satu barang bawaan yang wajib dibawa adalah kamera untuk mengabadikan pengalaman wisata kulinernya. Foto-foto makanan yang menggugah selera tersebut akan di-upload di media sosial mereka. Namun ada juga sebagian dari mereka yang hanya ingin fokus menikmati lezatnya makanan tanpa ada gangguan untuk memotret dan hal lainnya. (Dwi.Foto.dok.Gp/istimewa)

Related posts