5 Larangan dalam Berkurban, Nomor 4 Tanpa Sadar Masih Suka Dilakukan Umat Islam!

Jakarta, GPriority.co.id – Jika pada Hari Raya Idulfitri zakat memiliki beberapa ketentuan dan larangan yang wajib dijalankan oleh umat islam, berkurban pada momen Iduladha pun juga memiliki beberapa larangan.

Sayangnya, larangan-larangan pada Iduladha ini seringkali tanpa sadar masih dilakukan oleh umat islam yang berkurban. Lantas, apa saja daftar larangan tersebut?

Berikut ini 5 larangan dalam berkurban yang wajib diketahui oleh umat islam.

1. Menyembelih hewan kurban tanpa menyebut nama Allah SWT

Saat ingin menyembelih hewan kurban, penjagal harus membaca bismillah wallahu akbar, bisa juga dengan tambahan hadza minka wa laka dan menyebut nama shahibul (nama penqurban-nya).Hal tersebut berdasarkan surat Al-An’am ayat 121, Allah SWT. berfirman :

“Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelihnya.”

Oleh karenanya, hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, maka hukumnya adalah haram untuk dimakan. Bahkan sejumlah ulama menyebut hewan tersebut bisa dikategorikan sebagai bangkai.

2. Membeli penjagal upah berupa daging kurban

Setelah momen pemotongan hewan kurban saat Iduladha berkahir, biasanya para pengurban, memberikan penjagal upah berupa bagian tubuh hewan kurban miliknya. Padahal hal tersebut jelas dilarang dalam Islam. Dari Ali bin Abi Thalib bahwa beliau berkata:

“Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mengurusi penyembelihan unta kurbannya. Beliau juga memerintahkanku untuk membagikan semua kulit tubuh serta kulit punggungnya. Dan aku tidak diperbolehkan memberikan bagian apapun darinya kepada tukang jagal.” (HR Bukhari).

3. Memotong kuku dan rambut saat momen Iduladha

Larangan ini disebutkan dalam sebuah hadits yang berbunyi :Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memiliki hewan yang hendak dikurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah maka janganlah dia memotong sedikit pun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (HR Muslim).

4. Menjual bagian potongan hewan kurban milik sendiri

Masih banyak umat Islam yang keliru dengan larangan pada poin ini. Padahal sudah jelas jika menjual bagian potongan dari hewan kurban milik sendiri, hukumnya haram.Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah SAW:

“Barangsiapa menjual kulit hasil sembelihan kurban maka tidak ada kurban baginya.” (HR Al-Hakim).

5. Membatalkan atau menunda niat berkurban

Jika sudah berniat dan membeli hewan kurban, maka tidak boleh dibatalkan. Namun, jika terdapat beberapa alasan yang jelas seperti tidak menemukan panitia penyembelihan hewan kurban di lingkungan sekitar anda, maka baru boleh dibatalkan.

Foto : Nindya Farhah/GPriority