Jakarta, GPriority.co.id – Mendekati bulan Ramadhan 2024 yang tinggal hitungan hari, umat islam saat ini sedang bersiap-siap untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang memang rutin dilakukan dalam 1 bulan setiap tahunnya. Dikutip dari berbagai sumber, ternyata puasa Ramadhan memiliki beragam manfaat yang baik bagi kesehatan.
Berikut ini 5 manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan.
- Meningkatkan kontrol gula darah dengan mengurangi resistensi insulin
Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan pengendalian gula darah, yang mungkin bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena diabetes.
Puasa dapat membantu menjaga gula darah anda tetap stabil, juga mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah anda.
- Meningkatkan kesehatan dengan melawan peradangan
Riset menunjukkan bahwa peradangan mungkin terlibat dalam perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan rheumatoid arthritis.
Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu mengurangi tingkat peradangan dan meningkatkan kesehatan.
- Dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan meningkatkan tekanan darah, trigliserida, dan kadar kolesterol
Beberapa penelitian menemukan bahwa memasukkan puasa ke dalam rutinitas anda, dapat sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Suatu penelitian mengungkapkan bahwa puasa dapat menurunkan kadar kolesterol total dan beberapa faktor risiko penyakit jantung pada orang yang kelebihan berat badan.
Secara signifikan, puasa juga dapat menurunkan tekanan darah, serta kadar trigliserida darah, kolesterol total, dan kolesterol LDL (jahat).
- Dapat meningkatkan fungsi otak dan mencegah gangguan neurodegeneratif
Penelitian di tahun 2021, melaporkan bahwa puasa dapat melindungi kesehatan otak dan meningkatkan produksi sel saraf untuk membantu meningkatkan fungsi kognitif.
Puasa juga dapat membantu mencegah gangguan neurodegeneratif. Secara khusus, sebuah penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi kemungkinan seseorang terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson.
- Bisa memperpanjang umur
Sebuah studi di tahun 2021, menganalisis efek puasa berkala pada usus manusia dan menemukan bahwa puasa meningkatkan keragaman bakteri bermanfaat dalam mikrobioma usus. Termasuk spesies Christensenella, yang terkait dengan umur panjang.
Para peneliti juga mencatat peningkatan sirtuin, protein yang terlibat dalam regulasi metabolisme yang juga berhubungan dengan umur panjang.
Foto : Freepik
