5 Pola Tidur Ini Bisa Pengaruhi Kesehatan Anda, Jangan Sampai Salah!

Pola tidur ternyata bisa pengaruhi kesehatan kita/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Pola tidur ternyata bisa pengaruhi kesehatan kita/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Kanada, GPriority.co.id – Pola tidur menjadi hal mendasar yang dapat mempengaruhi kesehatan. Kurang tidur, misalnya, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga obesitas.

Sebagaimana dilansir dari laporan NY Post, tim peneliti internasional telah melakukan penelitian untuk melihat bagaimana pola tidur dapat berpengaruh pada kesehatan, perilaku, serta aktivitas otak.

Aurora Perrault, salah satu peneliti dari Universitas Concordia di Kanada mengatakan, “Tidur terdiri dari banyak dimensi, bukan hanya berapa lama kita tidur”. Ia bersama dengan tim peneliti lainnya kemudian mengkategorikan 5 pola tidur yang berpengaruh terhadap kesehatan.

Pertama, tidur 7-9 jam setiap malam
Para peneliti menyarankan orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Mereka menemukan bahwa tidur kurang dari enam hingga tujuh jam setiap malam dapat mengakibatkan perilaku agresif, masalah dalam pemrosesan emosi, serta kecenderungan untuk lebih acuh atau cuek kepada orang lain.

Kedua, sering terbangun di tengah malam
Tidur sangat penting untuk membersihkan racun otak. Jika anda sering terbangun di malam hari, beberapa gangguan kesehatan bisa terjadi. Mulai dari pemrosesan bahasa, ingatan, kecemasan, serta perilaku agresif. Oleh karenanya, disarankan untuk lebih banyak beraktifitas di pagi-siang hari.

Ketiga, jika sering sulit tidur
Jika anda sulit tidur di malam hari, tubuh akan kelelahan di siang hari. Kurang tidur juga sangat buruk bagi kesehatan mental. Para peneliti menyebut, orang yang kurang tidur cenderung mengalami depresi, kecemasan, kemarahan, neurotisisme, serta stres.

Keempat, sering minum pil untuk tidur
Penelitian menyebut, hampir dua pertiga orang Amerika Serikat mengaku menggunakan beberapa jenis alat bantu tidur. Mulai dari obat resep, melatonin, hingga ganja. Padahal, sering minum pil untuk tidur dapat berdampak buruk bagi ingatan dan kemampuan untuk mengenali kebutuhan emosional orang lain.

Kelima, terlalu lama tidur di siang hari
Ada banyak faktor mengapa seseorang merasa lelah di siang hari meskipun mereka nyenyak tidur di malam hari. Termasuk sleep anea, anemia, kekurangan vitamin, serta penggunaan obat-obatan. Sayangnya, jika anda terlalu lama tidur di siang hari dan kurang beraktivitas, kebiasaan ini dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Para peneliti bahkan menghubungkannya dengan masalah seperti ADHD, stres, ketakutan, kemarahan, depresi, hingga kurangnya tingkat ketelitian seseorang.