6 Kalimat Sederhana yang Buat Anak Jadi Lebih Penurut

Ilustrasi anak yang tak mau mendengarkan orang tuanya/Foto : Dok. iStock Ilustrasi anak yang tak mau mendengarkan orang tuanya/Foto : Dok. iStock

Amerika Serikat, GPriority.co.id – Reem Raouda, seorang psikolog anak dari Amerika Serikat membongkar teknik parenting untuk membuat anak jadi lebih penurut, terutama bagi mereka yang memiliki emosi meledak-ledak hingga melawan orang tuanya.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari NY Post, Raouda menjelaskan jika anak-anak cenderung akan lebih mendengarkan perkataan orang tuanya apabila mereka merasa terhubung dan aman secara emosional.

Kalimat sederhana pertama yaitu, “Papa dan Mama percaya padamu.”
Mengatakan kepada anak bahwa anda mempercayai mereka, dapat mengurangi rasa malu serta memberi mereka ruang aman. Ketika seorang anak merasa aman, mereka akan benar-benar mendengarkan orang tuanya tanpa merasa dihakimi ketika melakukan kesalahan.

Untuk memecahkan masalah yang terjadi, katakan, “Mari kita bahas bersama-sama.”
Dibanding hanya memberi perintah atau membentaknya, cobalah untuk ikut terlibat agar anak lebih mudah memahami solusinya. Tindakan ini juga dapat membuat anak berpikir lebih kritis.

Ketika anak menangis, katakan, “Tenang, Mama dan Papa ada disini.”
Alih-alih berkata kasar dengan membentak anak atau berpendapat jika anak menangis secara berlebihan, ada baiknya untuk menenangkannya guna memvalidasi perasaan mereka. Kalimat ini juga memberi tahu anak, jika ia tidak sendirian.

“Mama dan Papa mendengarkan, kok. Coba cerita apa yang terjadi.”
Pada dasarnya, anak-anak perlu merasa didengarkan oleh orang tuanya. Anak-anak yang merasa dipahami akan berhenti untuk mencoba melawan orang tuanya. Teknik ini membantu orang tua untuk mengetahui rasa sakit serta alasan dibalik kemarahan yang dirasakan anak.

“Papa dan Mama mengerti dan mendukungmu.”
Raouda mengatakan, kalimat ini membantu anak untuk merasa dipahami dan akan mengurangi tingkat emosinya.

“Papa dan Mama akan tetap mendukungmu apapun yang terjadi.”
Hampir sama dengan kalimat sebelumnya, namun kalimat ini memiliki arti yang lebih mendalam, dimana memberi tahu anak jika ia dicintai oleh orang tuanya tanpa syarat.

Raouda telah mempelajari lebih dari 200 hubungan orang tua dengan anak. Ia menekankan, tindakan orang tua yang suka berteriak atau mengancam anak bukanlah solusi yang baik.

“Ketika anda membuat mereka merasa dihargai dan aman, mereka akan menaati batasan yang anda berikan dan mendengarkan orang tuanya,” tegas Raouda.