8 Amalan Malam Nisfu Sya’ban yang Sangat Dianjurkan

Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ini/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada malam ini/Foto : Ilustrasi Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Malam Nisfu Sya’ban jatuh pada hari ini, Senin (2/2), ba’da maghrib. Oleh karenanya, umat Islam sangat dianjurkan mengisi malam ini dengan berbagai amalan yang bernilai spiritual tinggi.

Umumnya, amalan pada malam Nisfu Sya’ban meliputi membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, dzikir, salat malam (qiyamul lail). Amalan tersebut bermakna penyerahan diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Pada malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa karena Allah SWT. menjanjikan segala doa baik akan dikabulkan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. berikut ini.

“Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.”

Sementara itu, dalam hadits riwayat Al-Baihaqi (Syu’ab Al-Iman), disebutkan bahwa :

“Apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka malaikat berseru menyampaikan dari Allah: adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni, adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya.”

Oleh karena itu, berikut ini 8 amalan malam Nisfu Sya’ban yang sangat dianjurkan untuk umat Islam.

1. Mandi Taubat dengan niat sebagai berikut :
“Nawaitul ghusla littaubati lillahi ta’ala.”
Artinya : “Aku berniat mandi taubat dari segala dosa lahir dan batin karena Allah ta’ala.”

2. Membaca Surah Yasin sebanyak 3 kali
– Yasin pertama niatkan untuk memohon panjang umur dalam ketaatan,
– Yasin kedua niatkan untuk memohon kelapangan dan keberkahan rezeki,
– Yasin ketiga niatkan untuk memohon husnul khotimah dan keteguhan iman
– Lalu dilanjutkan dengan doa Nisfu Sya’ban :

“Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.”

Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80).

3. Memperbanyak istighfar minimal 100 kali

4. Memperbanyak sholawat minimal 100 kali

5. Memperbanyak doa

6. Bersedekah dengan niat memohon keberkahan hidup dan ampunan dosa

7. Menulis dan menyimpan Surah Shad Ayat 54 (menyimpan di dompet atau tempat penyimpanan uang)
إِنَّ هَٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ
Artinya : “Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.”

8. Ditutup dengan sholat Qiyamul Lail
Sholat Qiyamul Lail merupakan ibadah shalat sunnah pada malam hari setelah Isya hingga sebelum fajar, yang mencakup shalat Tahajud, Witir, Tarawih, dan lainnya. Qiyamul Lail sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, dan meraih ketenangan. Waktu utamanya adalah sepertiga malam terakhir, dilakukan minimal 2 rakaat.