Dorong Sektor Pariwisata dan Hiburan, Arab Saudi Lepas Ketergantungan Minyak Di 2030

Pemerintah Arab Saudi gandeng Cristiano Ronaldo, juga memperkuat sektor pariwisata dan hiburan/Foto : Dok. AFP Pemerintah Arab Saudi gandeng Cristiano Ronaldo, juga memperkuat sektor pariwisata dan hiburan/Foto : Dok. AFP

Arab Saudi, GPriority.co.id – Arab Saudi berencana melepas ketergantungan minyak di tahun 2030 dengan mendorong sektor pariwisata dan hiburan.

Rencana tersebut diutarakan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) pada tahun 2015 lalu, dan disebutnya sebagai “Vision 2030”.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain membangun mesin ekonomi baru mulai dari pariwisata, hiburan, pertambangan, dan manufaktur, memperketat kebijakan fiskal dengan penerapan PPN dan pencabutan sejumlah subsidi, hingga reformasi tenaga kerja dengan mewajibkan perekrutan WN Arab Saudi dan meningkatkan partisipasi perempuan dalam tenaga kerja.

Sebagaimana dilansir dari laporan Bloomberg pada Senin (26/1), namun hingga saat ini Arab Saudi masih jauh untuk bisa bertahan tanap minyak pada 2030 mendatang. Pasalnya, ketergantungan Arab Saudi terhadap pendapatan minyak belum banyak berubah sejak 2015 lalu.

Beberapa indikator juga menunjukkan bahwa Arab Saudi semakin bergantung pada sektor minyak. Sektor minyak juga masih menyumbang sekitar 60 persen dari pendapatan negara dan 65 ekspor Arab Saudi.

Sebagai informasi yang dicantumkan dalam Vision 2030 ialah menyiapkan kota khusus untuk olahraga dan hiburan atau Qiddiya, serta kota yang netral karbon (Neom). Kendati demikian, Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed al-Jadaan mengungkapkan bahwa subproyek penting dari Neom atau “The Line”, nantinya akan mengalami penyesuaian.

Pengerjaannya pun akan dikurangi dari busur sepanjang 170 km menjadi lebih dari 2 km. Proyek Neom diperkirakan tak akan selesai pada 2030, namun dalam 20 tahun mendatang.

Meski begitu, reformasi tenaga kerja menjadi salah satu yang sangat berhasil dalam Vision 2030. Partisipasi angkatan kerja perempuan sudah mencapai 34 persen, dan telah melebihi target 30 persen pada 2030. Begitupun pada sektor non minyak yang telah mengalami pertumbuhan rata-rata 4-5 persen per tahunnya.

Perlu diketahui, beberapa sektor pariwisata dan hiburan yang tengah didorong Arab Saudi antara lain The Red Sea Project (pembangunan resor di 90 pulau di Laut Merah), Al Ula (wilayah bersejarah yang dijadikan pusat budaya dan seni), Diriyah Gate (kota lumpur bersejarah yang kini menjadi wisata warisan budaya), hingga Qiddiya (pusat hiburan, olahraga, dan juga seni).

Tak tanggung-tanggung, Arab Saudi pun juga merekrut Cristiano Ronaldo dalam klub sepak bolanya guna mempromosikan dan merubah stigma Arab Saudi sebagai negara yang tertutup dan konservatif.