Jakarta, GPriority.co.id – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, mendukung rencana Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk menyatukan cara pandang penetapan Awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Dukungan itu disampaikan Marwan dalam konferensi pers sidang isbat di Jakarta, Selasa (17/2). Ia mengungkapkan, dalam diskusi sidang isbat muncul pandangan ke depan agar metode penetapan awal Ramadan dapat dipertemukan.
“Tapi, di dalam diskusi tadi, ada pandangan ke depan, Bapak Menteri Agama berupaya untuk mempertemukan cara pandang untuk penetapan 1 Ramadan,” kata Marwan.
Menurut Marwan, wacana tersebut merujuk pada kalender global yang berpusat di Turki. Dalam sidang isbat Selasa (17/2/2026), Nasaruddin menyampaikan bahwa kalender global tersebut belum melihat kemungkinan hilal pada Rabu (18/2/2026).
“Karena beliau tadi menjelaskan kalender global juga yang berpusat di Turki belum melihat kemungkinan hilal di esok hari,” ucap Marwan.
Ia menilai upaya penyatuan metode ini sebagai langkah positif untuk mempererat persatuan bangsa, terutama dalam pelaksanaan ibadah Ramadan dan Syawal.
“Karena itu, sebagai Ketua Komisi VIII, kami nanti akan mendukung mempertemukan cara pandang sehingga kita bisa sama-sama melaksanakan ibadah, terutama Ramadan maupun nanti Syawal,” pungkasnya.
Sebelumnya, Nasaruddin menyatakan akan menyatukan metode penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Sebagai langkah awal, ia berencana menemui seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta para ahli untuk mendengarkan pandangan masing-masing.
“Saya kira pertama kali selaku menteri agama akan menjadi pendengar aktif dulu kepada seluruh ormas yang ada. Dan, kita akan mendatangi, mendengarkan secara aktif, dan dengan demikian kita nanti juga akan punya konsep-konsep, dan kita juga akan mendengarkan para pakar dalam bidangnya masing-masing,” ujar Nasaruddin dalam konferensi pers tersebut.
