Jakarta, GPriority.co.id – Dalam kesehariannya, Rasulullah SAW ternyata melakukan beberapa aktivitas yang tak jauh berbeda dengan umatnya.
Dalam kitab Asy-Syamail, Imam at-Tirmidzi, para ahli hadits dan sejarah Rasulullah SAW mencatat kisah-kisah keseharian Rasulullah.
Disebutkan bahwa Rasulullah SAW terbiasa mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, hingga melayani dirinya sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Aisyah RA.
Selain itu, Rasulullah SAW juga suka menjahit sendiri baju beliau yang robek, menjahit sandal yang putus, serta membantu pekerjaan rumah.
Dalam kitab ini disebutkan bahwa Rasulullah merupakan sosok yang sangat sabar bahkan saat menghadapi omolan istrinya sekali pun. Pernah suatu waktu, Aisyah RA memecahkan piring kaca saat bertengkar dengan Rasulullah. Beliau pun langsung memungut sendiri serpihan pecahan piring tersebut.
Sementara dalam buku berjudul ‘Bukan Cinta Manusia Biasa’ karya Ustaz Brilly El-Rasheed, diriwayatkan suatu ketika Rasulullah SAW menjenguk anak kecil Yahudi yang sakit. Ia juga menyalati jenazah wanita penyampu masjid yang dianggap sepele. Bahkan, beliau juga memaafkan penagih utang yang menghinanya.
Aisyah RA berkata, Rasulullah SAW juga tak segan membersihkan sendiri dahak Usamah bin Zaid, panglima perang termuda kesayangannya.
“Suatu ketika Nabi SAW ingin membersihkan dahak Usamah. Lalu aku (Aisyah) pun mengatakan, ‘Biarkan aku saja yang melakukannya.’ Rasulullah pun mengatakan, ‘Wahai Aisyah, cintailah Usamah karena sesungguhnya aku mencintainya.'” (Jami’ At-Tirmidzi dengan sanad hasan).
Tak sampai disitu, diceritakan oleh Syaikh’ Abdul Mun’im Al-Hasyimiyy dalam kitab ‘Akhlaq Ar-Rasyul’ menurut kriteria Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga tidak suka diistimewakan. Beliau adalah sosok yang sangat tawadhu.
Suatu ketika, beliau dan para sahabatnya memasak kambing. Ia pun dengan sigap membagi tugas. Namun, Rasulullah tak hanya duduk dan memberi komando. Ia ikut membantu mencari dan mengumpulkan kayu bakar.
“Saya tahu kalian bisa menyelesaikan pekerjaan ini, tapi saya tidak suka diistimewakan. Sesungguhnya Allah tidak suka melihat salah seorang hamba-Nya diistimewakan dari kawan-kawannya,” kata Rasulullah SAW.
