India, GPriority.co.id – India berhasil memanfaatkan alat prediksi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menggagalkan upaya “yang belum pernah terjadi sebelumnya”, yaitu pergerakan militer China, di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) di Arunachal Pradesh.
Diungkapkan oleh Letnan Jenderal Dinesh Singh Rana, Panglima Komando Pasukan Strategis, pada India AI Impact Summit 2026 pada hari Selasa (17/2) kemarin, pejabat militer senior itu mengenang bahwa selama masa jabatannya sebagai komandan korps yang bertanggung jawab atas keamanan di sepanjang LAC di Arunachal Pradesh, sebuah sistem AI berbiaya rendah membantu India mendeteksi indikator peringatan dini tentang penumpukan militer China yang jahat di sektor yang disengketakan.
“Melalui beberapa sistem AI, kami dapat melihat bahwa sesuatu sedang terjadi. Akhirnya, kami dapat memprediksi waktu pergerakan mereka,” kata Letnan Jenderal Rana.
Ia mengatakan bahwa intelijen yang didukung AI memastikan pasukan India ditempatkan secara efektif dan juga membantu dalam perencanaan evakuasi. Hal ini, katanya, membantu memastikan tidak ada korban jiwa di pihak India.
Pejabat militer senior tersebut mencatat bahwa perlombaan AI sudah berlangsung dan bukan lagi konsep futuristik. Teknologi tersebut kini telah menjadi pusat persaingan kekuatan secara global.
Letnan Jenderal tersebut mengatakan bahwa AI tidak lagi terbatas pada sistem perangkat lunak tetapi juga meluas ke pengembangan tenaga kerja, infrastruktur, doktrin militer, dan struktur komando.
Sembari mencatat kegunaan AI, Letnan Jenderal Rana juga menyoroti risiko yang terkait dengan transisi sistem tersebut menjadi kecerdasan buatan super (ASI). Ia memperingatkan bahwa hal ini dapat menciptakan peluang sekaligus tantangan yang signifikan.
Ia menyebut sistem AI canggih berpotensi disalahgunakan oleh aktor jahat, mirip dengan dinamika pencegahan nuklir yang terjadi selama Perang Dingin. Rana mencatat bahwa non-proliferasi sistem ini akan lebih menantang daripada kemampuan nuklir. Ia juga menyerukan agar India mengembangkan doktrin keamanan AI yang komprehensif.
