Jakarta, GPriority.co.id – Di bulan Ramadan, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Begitu pun bagi seorang suami, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat peran sebagai pemimpin keluarga.
Terlebih lagi dalam ajaran Islam, setiap perbuatan baik yang diniatkan karena Allah akan bernilai pahala. Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini 6 cara suami mendapat pahala di bulan Ramadan.
1. Menjadi pemimpin keluarga dalam ibadah
Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an :
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita” (QS. An-Nisa ayat 34).
Sebagai imam dalam keluarga, suami dapat mengajak istri dan anak-anaknya untuk sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan menghadiri majelis ilmu selama Ramadan. Sebagaimana sabda Rasulullah :
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sehingga, dengan membimbing keluarga dalam kebaikan, suami akan memperoleh pahala dari setiap amal saleh yang dilakukan anggota keluarganya.
2. Mencari nafkah halal dengan niat ibadah
Bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga adalah kewajiban suami. Maka, apabila diniatkan karena Allah ta’ala, aktivitas ini akan bernilai ibadah.
“Satu dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada keluargamu.” (HR. Muslim).
Pada bulan Ramadan, pahala sedekah dan nafkah dilipatgandakan. Maka, bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab menjadi ladang pahala besar.
3. Membantu istri dalam pekerjaan rumah
Saat bulan Ramadan, aktivitas rumah tangga meningkat karena adanya waktu sahur dan berbuka. Bagi para suami yang membantu istri, akan mendapat pahala. Hal ini sebagaimana tertuang dalam hadis riwayat Bukhari.
Ketika ditanya tentang apa yang dilakukan Nabi di rumah, Aisyah RA pun menjawab :
“Beliau membantu pekerjaan keluarganya, dan jika waktu salat tiba, beliau pergi untuk salat.” (HR. Bukhari).
Oleh sebab itu, meneladani Rasulullah dalam membantu istri merupakan amalan sederhana yang berpahala besar.
4. Memberi makan orang yang berbuka
Salah satu amalan utama di bulan Ramadan adalah memberi makan orang yang berpuasa. Rasulullah bersabda :
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).
Untuk itu, suami dapat mengajak keluarga berbagi takjil atau makanan berbuka kepada tetangga dan kaum dhuafa. Amalan ini mendatangkan pahala berlipat.
5. Menjaga akhlak dan kesabaran
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan emosi. Suami yang mampu menjaga kesabaran, menghindari amarah, serta memperlakukan keluarga dengan lembut akan mendapatkan pahala besar di sisi Allah.
“Puasa itu perisai. Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Memperbanyak ibadah sunnah
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185). Setiap umat Muslim sangat dianjurkan memperbanyak tilawah, salat tarawih, sedekah, dan i’tikaf di sepuluh malam terakhir. Setiap ibadah sunnah yang dilakukan dengan ikhlas akan menambah timbangan kebaikan.
