Pemerintah: Kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali Mulai Terurai, Antrean dari 20 Km Jadi 8 Km

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi tinjau pelabuhan Gilimanuk, Bali/Foto Kemenhub

Jembrana, GPriority.co.id – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan kemacetan antrean kendaraan di jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai terurai. Saat ini panjang antrean kendaraan berkurang menjadi sekitar delapan kilometer.

Sebelumnya, kepadatan kendaraan sempat terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Minggu (15/3/2026) dengan antrean mencapai lebih dari 20 kilometer.

Dudy mengatakan, kejadian ini menjadi pembelajaran agar kepadatan serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk. Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer,” kata Dudy saat meninjau kondisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi kemacetan tersebut dengan berkoordinasi bersama Korps Lalu Lintas Polri dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengoperasikan kapal berukuran besar, menambah jumlah kapal menjadi 35 unit, mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba–bongkar–berangkat (TBB) pada 25 kapal untuk mempercepat proses penyeberangan.

Dudy berharap langkah-langkah tersebut dapat mengurangi kepadatan kendaraan sehingga arus lalu lintas kembali normal sebelum Hari Raya Nyepi.

Selain itu, ia juga mengimbau para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi aturan pembatasan operasional kendaraan barang sumbu tiga ke atas selama periode angkutan Lebaran. Banyaknya truk besar yang masih beroperasi menjadi salah satu penyebab antrean panjang di sekitar Pelabuhan Gilimanuk.

Jika masih ada kendaraan yang belum terangkut saat Hari Nyepi, pemerintah akan memprioritaskan kendaraan kecil dan bus untuk menyeberang karena membawa lebih banyak penumpang.

Sementara itu, kendaraan besar akan ditampung di area buffer zone. Para sopirnya akan diberangkatkan menuju Banyuwangi sambil menunggu perayaan Nyepi selesai.

Dudy memastikan para sopir tidak akan dikenakan biaya transportasi dari Gilimanuk ke Banyuwangi maupun saat kembali ke Gilimanuk. Biaya akomodasi juga akan disiapkan oleh ASDP.

Di sisi lain, pengaturan arus kendaraan juga dilakukan di Pelabuhan Ketapang. Saat ini telah tersedia ruas tol fungsional dari Besuki yang diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan yang datang dari Gilimanuk. Selain itu, sejumlah buffer zone juga disiapkan sebagai tempat istirahat dan penampungan kendaraan sementara.

“Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan,” pungkasnya.