Iran Tegaskan Akan Boikot AS dari Piala Dunia 2026

Iran absen dari Piala Dunia 2026/Foto : Dok. AFP Iran absen dari Piala Dunia 2026/Foto : Dok. AFP

Iran, GPriority.co.id – Ketidakpastian mengenai partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 mendatang terus berlanjut di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS-Israel-Iran.

Dilansir dari WIO News, pada hari Rabu (18/3) lalu, kepala federasi sepak bola Iran, Mehadi Taj, saat menerima para pemain sepak bola wanita yang kembali dari Piala Asia di Australia, menegaskan kembali bahwa negara tersebut tidak akan memboikot acara empat tahunan tersebut.

Kendati demikian, Taj mengatakan bahwa Iran akan memboikot Amerika meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut apa maksudnya.

Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 dijadwalkan akan berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli dan diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko. Namun, konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan AS-Israel telah membuat partisipasi negara Timur Tengah tersebut dalam turnamen FIFA diragukan.

“Tim nasional sedang mengadakan kamp pelatihan di Turki, dan kami juga akan memainkan dua pertandingan persahabatan di sana,” kata presiden FFIRI (federasi sepak bola Iran), Taj, seperti dikutip oleh Kantor Berita Fars dan dilaporkan oleh beberapa media.

“Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia,” tegasnya.

Pernyataan ini muncul setelah FIFA mengisyaratkan tidak akan memprioritaskan tuntutan Iran. untuk memindahkan pertandingan babak penyisihan grup ke luar AS, yang mana negara Timur Tengah itu mengatakan sedang bernegosiasi dengan FIFA.

Sebelumnya, Iran mengisyaratkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 dengan alasan konflik yang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Khamenei. Sementara itu, Trump membalas dengan mengatakan bahwa dia tidak peduli jika Iran bermain di Piala Dunia.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS dan Trump telah meyakinkannya untuk menyambut Iran. AS, khususnya, telah melarang warga negara Iran untuk masuk ke negara itu kecuali untuk atlet Piala Dunia 2026 dan LA 2028.