Iran, GPriority.co.id – Iran telah memilih untuk menarik diri dari Piala Dunia 2026 mendatang, setelah AS membunuh pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei.
Dilansir dari AFP, hal ini diungkapkan oleh Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, saat diwawancarai televisi pemerintah pada hari Rabu (11/3) kemarin.
“Mengingat bahwa rezim korup ini (AS) telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” tegasnya.
Sebagai informasi, AS akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 pada bulan Juni, bersama Meksiko dan Kanada. Namun, semua pertandingan grup Iran dijadwalkan berlangsung di kota-kota AS, termasuk Los Angeles dan Seattle.
Meskipun FIFA belum mengkonfirmasi penarikan Iran dari kompetisi, namun publik bertanya-tanya, siapa yang akan menggantikan Iran?
Perlu diketahui, Iran ditempatkan di Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir, dan jika mereka menarik diri dari turnamen di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh Asia Barat, di mana mereka terlibat dalam perang dengan Amerika dan Israel, sebuah tim dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menggantikan mereka, kemungkinan besar Irak atau Uni Emirat Arab (UEA).
Sebagai tim Asia dengan peringkat tertinggi yang belum lolos kualifikasi, Irak adalah kandidat terdepan untuk menggantikan Iran, jika mereka gagal lolos melalui babak play-off antar-konfederasi. Saat ini, Irak dijadwalkan akan menghadapi Bolivia atau Suriname di final play-off pada 31 Maret.
Sementara itu, AS dan Israel telah membombardir Teheran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1200 orang dan melukai lebih dari 12.000 orang dalam 12 hari terakhir. Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel dan beberapa pangkalan militer di Teluk, tempat pasukan AS beroperasi dan membangun infrastruktur mereka di wilayah tersebut.
“Anak-anak kita tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang telah mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memicu dua perang terhadap kita selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta mengorbankan ribuan rakyat kita. Oleh karena itu, kita tentu tidak dapat memiliki kehadiran seperti itu,” jelas Donyamali.
Di sisi lain, presiden badan sepak bola Iran, Mehdi Taj, juga sebelumnya menyampaikan sentimen serupa.
“Setelah serangan ini (terhadap Iran), kita tidak bisa diharapkan untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” kata Mehdi Taj, presiden Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI), pada 1 Maret lalu.
“Jika Piala Dunia seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti ini?” tanya Taj di televisi pemerintah Iran.
Sebelumnya, setelah berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump, Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan bahwa AS akan menyambut baik partisipasi Iran dalam turnamen yang diikuti 48 tim tersebut.
“Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat,” tulis Infantino di unggahan Instagram-nya.
