Southampton, GPriority.co.id – Arsenal harus menelan kekalahan 1-2 dari Southampton pada babak perempat final Piala FA 2025/2026. Pelatih Mikel Arteta mengakui timnya gagal memanfaatkan peluang yang ada, sehingga harus tersingkir dari kompetisi tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion St Mary’s pada Minggu (5/4) itu menjadi pukulan bagi Arsenal yang sebelumnya tampil dominan, namun tidak efektif dalam penyelesaian akhir.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, secara tegas mengungkapkan penyebab utama kekalahan timnya.
“Kami mempunyai momen di mana kami sangat dominan, menciptakan peluang dan situasi di sekitar kotak penalti, tapi kami tidak cukup memaksimalkannya,” ujar Arteta dikutip dari laman resmi klub.
Meski dalam laga tersebut Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun, buruknya efektivitas di depan gawang membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Arteta menilai bahwa dominasi permainan tidak berarti apa-apa jika tidak diiringi dengan penyelesaian yang baik. Hingga akhirnya, kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Southampton yang tampil lebih efektif. Tim tuan rumah mampu mencetak gol dari peluang yang lebih sedikit, tetapi tepat sasaran.
Kekalahan ini sekaligus menghentikan langkah Arsenal di ajang Piala FA musim ini, sekaligus memperkecil peluang mereka meraih gelar domestik.
Selain kegagalan memaksimalkan peluang, Arteta juga menyoroti kelemahan timnya dalam bertahan. Ia menilai Arsenal terlalu mudah ditekan saat lawan mendekati kotak penalti.
“Ketika kami langsung bertahan di sekitar kotak penalti seperti yang kami lakukan hari ini, kami akan menempatkan diri kami dalam situasi yang sangat sulit,” kata Arteta.
Ia menambahkan bahwa Southampton mampu memanfaatkan celah tersebut dengan sangat baik.
“Mereka bisa memaksimalkan hal tersebut dan itulah alasan kami tersingkir,” lanjutnya.
Kekalahan dari Southampton ini menjadi hasil negatif yang cukup mengejutkan, mengingat Arsenal sebelumnya tampil konsisten di berbagai kompetisi.
Namun, hasil ini menunjukkan bahwa tim asuhan Arteta masih memiliki kelemahan, terutama dalam hal konsistensi dan efektivitas permainan.
