Zurich, GPriority.co.id – Keputusan penting datang dari FIFA terkait polemik keikutsertaan Iran di ajang Piala Dunia FIFA 2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, memastikan bahwa tim nasional Iran akan tetap berlaga meski situasi geopolitik sedang memanas.
Pernyataan ini disampaikan di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya, yang sempat memunculkan keraguan apakah Iran bisa berpartisipasi dalam turnamen yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya sebagaimana dilansir dari laporan WIO News, Infantino menegaskan bahwa kehadiran Iran di Piala Dunia adalah hal yang pasti.
“Tim Iran akan datang, tentu saja,” ujarnya sekaligus menegaskan bahwa partisipasi mereka tidak bisa dibatalkan begitu saja.
FIFA Pastikan Iran Tetap Berangkat
Infantino secara tegas menyampaikan bahwa Iran tetap akan hadir di turnamen tersebut. Bahkan ia menekankan bahwa tidak ada rencana alternatif terkait keikutsertaan tim tersebut.
Dalam pernyataan yang diparafrasekan, ia mengatakan bahwa Iran harus datang ke Piala Dunia karena mereka mewakili negaranya, telah lolos kualifikasi, dan para pemain memiliki keinginan kuat untuk tampil di ajang tersebut.
“Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya. Mereka sudah lolos. Para pemain ingin bermain,” ujar Infantino dalam forum bisnis CNBC.
Ia juga berharap kondisi global, khususnya konflik yang sedang berlangsung, dapat segera mereda sebelum turnamen dimulai. Menurutnya, situasi yang damai tentu akan membantu kelancaran penyelenggaraan kompetisi.
Politik dan Sepak Bola Harus Dipisahkan
Salah satu poin penting yang ditekankan Infantino adalah bahwa olahraga, khususnya sepak bola, seharusnya tidak dicampur dengan urusan politik.
Ia menyatakan bahwa meskipun dunia tidak bisa sepenuhnya lepas dari realitas politik, FIFA berupaya menjadikan sepak bola sebagai jembatan yang menyatukan berbagai pihak.
Dalam pernyataan yang diparafrasekan, Infantino menegaskan bahwa olahraga harus berada di luar ranah politik dan FIFA memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antarnegara tetap terhubung melalui sepak bola.
Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang menilai konflik geopolitik bisa berdampak pada keamanan dan kelangsungan turnamen.
Sebelumnya, muncul kekhawatiran terkait keselamatan tim Iran jika harus bermain di Amerika Serikat. Bahkan, ada usulan agar pertandingan Iran dipindahkan ke negara lain seperti Meksiko.
Namun, FIFA menolak usulan tersebut dengan alasan logistik dan tetap mempertahankan jadwal yang sudah ditetapkan. Iran dijadwalkan memainkan pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat bagian barat.
Di sisi lain, pemerintah Iran juga sempat menyuarakan keraguan terkait partisipasi tim mereka akibat situasi keamanan yang belum stabil.
Meski demikian, FIFA tetap berpegang pada keputusan bahwa semua tim yang telah lolos kualifikasi berhak tampil.
Tim nasional Iran sendiri merupakan salah satu negara yang telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 sejak babak kualifikasi zona Asia. Ini akan menjadi penampilan ketujuh mereka di ajang tersebut.
Dengan status tersebut, FIFA menilai tidak ada alasan untuk mencabut hak Iran tampil di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Infantino juga mengungkapkan bahwa ia sempat bertemu langsung dengan tim Iran di Turki dan melihat antusiasme tinggi dari para pemain untuk tampil di Piala Dunia.
Di tengah situasi global yang belum stabil, FIFA berharap sepak bola dapat menjadi simbol persatuan. Infantino menekankan pentingnya membangun “jembatan” antarnegara melalui olahraga.
Ia berharap konflik yang ada bisa mereda sebelum turnamen dimulai sehingga semua tim dapat bertanding dalam suasana aman dan damai.
Keputusan FIFA ini sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk menjaga integritas kompetisi serta memastikan bahwa faktor non-olahraga tidak menghalangi partisipasi tim yang telah memenuhi syarat.
Dengan kepastian ini, Iran dipastikan akan tetap menjadi bagian dari Piala Dunia 2026 bersama negara-negara lainnya, sekaligus membawa harapan bahwa sepak bola dapat melampaui batas-batas politik.
