Menjamu Filipina, Menlu RI Bahas Isu Regional dan Situasi Timur Tengah

Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Sugiono dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Kamis (23/4)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Sugiono dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Kamis (23/4)/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Selain memperkuat kerja sama strategis pada pertemuan bilateral yang berlangsung Kamis (23/4), Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Sugiono dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, turut membahas isu regional terkait Laut China Selatan dan Myanmar.

Dalam pernyataannya, Menlu RI menegaskan pentingnya menjaga stabilitas berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi PBB 1982. Ia juga menyoroti pentingnya proses politik inklusif di Myanmar demi stabilitas jangka panjang.

Sementara itu, terkait situasi Timur Tengah, kedua negara sepakat bahwa stabilitas kawasan sangat penting bagi keamanan energi global.

“Kami berdua percaya bahwa diskusi kedua belah pihak sejauh ini adalah langkah penting untuk menghindari eskalasi yang lebih luas,” ujarnya.

Selain itu, Indonesia dan Filipina menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina.

Sementara itu, Sekretaris Lazaro menegaskan pentingnya hubungan bilateral yang telah terjalin selama 77 tahun.

“Indonesia bukan hanya rekan Filipina, tetapi juga partner yang dipercayai,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa JCBC menjadi platform penting sejak 1993 dalam memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk pertahanan, ekonomi, dan pendidikan.

Lazaro juga menyoroti program dokumentasi warga Filipina di Sulawesi sebagai langkah penting untuk memberikan akses layanan sosial. Program serupa sebelumnya dinilai sukses dalam membantu warga Indonesia di Filipina.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk terus memperkuat implementasi Rencana Aksi Indonesia–Filipina 2022–2027. Kedua negara juga sepakat meningkatkan kolaborasi agar lebih konkret dan berkelanjutan.

Menutup pertemuan, Menlu RI menegaskan, “Kekuatan kita bergantung pada kesatuan kita, dan Indonesia-Filipina akan terus bergerak ke depan bersama sebagai rekan dan partner yang dipercayai.”

Sementara itu, Lazaro mengungkapkan harapan agar pertemuan JCBC (Joint Commission for Bilateral Cooperation) berikutnya dapat digelar di Manila untuk menjaga momentum kerja sama yang telah dibangun.