Indonesia-Filipina Perkuat Kerja Sama Strategis, Dari Ekonomi Hingga Politik

Pertemuan Menlu RI Sugiono dengan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, Kamis (23/4) di Gedung Pancasila, Kemlu RI/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Pertemuan Menlu RI Sugiono dengan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, Kamis (23/4) di Gedung Pancasila, Kemlu RI/Foto : GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI) Sugiono dan Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, berlangsung pada Kamis (23/4) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia-Filipina menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan strategis yang semakin erat, dan merupakan pertemuan ke-8 untuk Kerja Sama Bilateral Indonesia–Filipina (JCBC).

“Sekali lagi, saya mengucapkan selamat datang Puan Theresa Lazaro untuk perjumpaan ke-8 kerja sama bilateral antara Indonesia dan Filipina,” sebut Menlu Sugiono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hubungan kedua negara sebagai sesama anggota ASEAN terus berkembang dengan fokus utama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Diskusi kedua pihak menitikberatkan pada langkah konkret dalam meningkatkan kerja sama ekonomi.

“Diskusi kami berfokus pada satu objektif yaitu memastikan kooperasi bilateral kami memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sugiono yang melanjutkan bahwa kedua negara sepakat memperkuat sistem pembayaran, penyelesaian transaksi dalam mata uang lokal, serta konektivitas antarwilayah.

Kota-kota seperti Manado, Bitung, Davao, dan General Santos menjadi perhatian dalam upaya memperkuat jalur perdagangan dan mobilitas. Selain itu, sektor energi juga menjadi prioritas strategis, mengingat Indonesia dan Filipina merupakan produsen nikel besar dunia.

“Kami menyokong kemajuan partnership mineral kritikal termasuk perusahaan nikel,” tutur Menlu RI.

Sementara itu, di bidang politik dan keamanan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama maritim dan pengelolaan perbatasan. Pembahasan juga mencakup percepatan perundingan terkait delimitasi batas wilayah sesuai hukum internasional.

“Kami berdiskusi dan setuju untuk memperkuat kooperasi maritim kami,” tegas Menlu RI.

Selain itu, Indonesia dan Filipina membuka peluang kerja sama dalam pengadaan alat utama sistem pertahanan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika geopolitik global.