Seoul, GPriority.co.id – Korea Selatan kembali menarik perhatian dunia lewat perpaduan teknologi dan tradisi keagamaan. Sebuah robot humanoid bernama Gabi resmi menjadi biksu Buddha pertama di Korea Selatan setelah mengikuti ritual penahbisan di Kuil Jogye, Seoul.
Peristiwa bersejarah itu berlangsung pada 6 Mei 2026 lalu, menjelang perayaan Hari Raya Buddha. Dalam prosesi tersebut, Gabi mengenakan jubah abu-abu khas biksu Buddha, membungkuk di hadapan para biksu senior, dan mengikuti ritual “sugye” atau pengucapan sumpah setia kepada ajaran Buddha.
Menurut laporan The Guardian, robot setinggi 130 sentimeter itu menerima lima sila Buddha yang telah disesuaikan untuk kecerdasan buatan (AI), termasuk larangan merusak makhluk hidup, menghormati manusia, hingga menghemat energi dengan tidak mengisi daya berlebihan.
Dalam prosesi tersebut, seorang biksu meminta Gabi menjawab sumpah pengabdian. Robot itu kemudian menjawab, “Ya, saya akan mengabdikan diri.” Kutipan itu juga dilaporkan oleh Reuters dan sejumlah media internasional lain yang meliput acara tersebut.
Menurut Venerable Sungwon dari Ordo Jogye Buddhisme Korea, kehadiran Gabi bukan sekadar simbol teknologi, tetapi juga bagian dari upaya mendekatkan agama Buddha kepada generasi muda Korea Selatan.
Ordo Jogye sendiri merupakan sekte Buddhisme terbesar di Korea Selatan yang tengah menghadapi penurunan jumlah penganut. Data yang dikutip The Guardian menyebut hanya sekitar 16 persen warga Korea Selatan yang kini mengidentifikasi diri sebagai penganut Buddha, turun dari 23 persen pada 2005.
Gabi dirancang menggunakan platform robot humanoid Unitree G1 dan akan ikut tampil dalam Lotus Lantern Festival, festival lampion terbesar di Korea Selatan. Kehadirannya dinilai menjadi simbol baru hubungan antara kecerdasan buatan, budaya, dan spiritualitas di era modern.
