Jakarta, GPriority.co.id – Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama mengungkapkan penularan utama dari Hantavirus.
Dia mengatakan, penularan utama Hantavirus berasal dari urine, kotoran, air liur tikus, atau debu yang terkontaminasi virus lalu terhirup manusia.
“Misalnya membersihkan gudang lama penuh kotoran tikus, menyapu debu bekas sarang tikus, tinggal di lingkungan dengan infestasi tikus tinggi, atau kontak langsung dengan tikus mati/terinfeksi,” kata dr Ngabila kepada GPriority, Minggu (10/5).
Terkait penularan antarmanusia, dr. Ngabila menjelaskan hingga saat ini kasusnya masih sangat terbatas. Hanya beberapa jenis tertentu, seperti Andes virus di Amerika Selatan, yang diduga dapat menular antarmanusia. Sementara jenis yang dominan ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus dan sejauh ini belum terbukti menular luas seperti COVID-19.
“Jadi masyarakat tidak perlu takut berlebihan terhadap kontak sosial biasa,” ucap dia.
Lebih lanjut, dr. Ngabila mengatakan gejala awal Hantavirus sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual, muntah, hingga nyeri perut. Pada kasus berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan ginjal, perdarahan, sesak napas berat, hingga gagal napas atau gagal multiorgan.
Ia juga membagikan sejumlah langkah pencegahan untuk menghindari infeksi dan komplikasi akibat Hantavirus, di antaranya mengendalikan populasi tikus di rumah dan lingkungan, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menutup lubang atau celah yang menjadi akses masuk tikus.
Selain itu, masyarakat diimbau tidak menyapu kering kotoran tikus karena virus dapat beterbangan di udara. Area yang terkontaminasi sebaiknya dibasahi terlebih dahulu menggunakan disinfektan atau cairan pembersih sebelum dibersihkan.
Penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan gudang, loteng, ruang lama, atau area berdebu juga sangat dianjurkan. Masyarakat pun diminta rajin mencuci tangan setelah membersihkan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi setelah terpapar lingkungan dengan banyak tikus.
Menurut dr. Ngabila, kelompok yang perlu ekstra waspada terhadap Hantavirus antara lain petugas kebersihan, pekerja gudang, orang yang membersihkan bangunan lama, warga yang tinggal di lingkungan padat tikus, serta mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah.
