Jakarta, GPriority.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan hingga tahun 2026, sebanyak 412 dari 514 kabupaten/kota atau sekitar 80 persen wilayah di Indonesia, serta 7 provinsi, telah dinyatakan bebas malaria.Capaian ini disebut menunjukkan keberhasilan program pengendalian malaria di Indonesia.
“Saat ini program malaria di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hingga tahun 2026, sebanyak 412 dari 514 kabupaten kota yakni kurang lebih sebanyak 80 persen dan 7 provinsi telah dinyatakan bebas malaria,” kata Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, dalam Temu Media virtual dalam rangka Hari Malaria Sedunia, Kamis (30/4).
Dia menambahkan, secara kewilayahan, 95 persen dari seluruh kasus malaria di Indonesia berasal dari kawasan Papua yang mencakup enam provinsi.
“Secara kewilayahan dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 95 persen berasa dari kawasan Papua, yang mencakup 6 provinsi. Ini atensi kita bersama untuk bisa segera kita wujudkan upaya-upaya kita untuk mengeliminasi malaria Papua juga,” tuturnya.
Menurut Andi, kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah, terutama di Papua dan kawasan Indonesia Timur, karena upaya pencegahan dan pengendalian malaria harus terus diperkuat secara nasional.
“Saya berharap ini menjadi komitmen dari sesama baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dan seluruh masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine, menyebut hingga tahun 2026 masih terdapat 80 negara yang endemis malaria dengan total 282 juta kasus, di mana 94 persen kasus berasal dari Afrika.
Dari wilayah Regional Pasifik Barat, Indonesia menyumbang sekitar 2,4 juta kasus malaria dari total kasus global. Hal ini membuat Indonesia menempati peringkat kedua penyumbang kasus malaria tertinggi dari 9 negara di Regional Pasifik Barat, setelah Papua Nugini.
“Indonesia masuk ke wilayah Regional Pasifik Barat, kita menyumbang sekitar 2,4 juta kasus malaria. Jadi Indonesia menduduki peringkat ke-2 negara tertinggi di regional pasifik barat, setelah Papua Nugini. Dari 9 negara Regional Pasifik Barat, yang masih endemis terhadap malaria. Kita itu nomor 2 di pasifik barat,” pungkasnya.
