Gubernur Kaltara Resmikan 4 Sekolah Baru di Nunukan, Majukan Pendidikan Perbatasan

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, resmikan 4 sekolah baru di Nunukan pada Senin (25/5)/Foto : Dok. Pemprov Kaltara Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, resmikan 4 sekolah baru di Nunukan pada Senin (25/5)/Foto : Dok. Pemprov Kaltara

Nunukan, GPriority.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus memperkuat akses pendidikan di wilayah perbatasan.

Terbaru, Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, meresmikan empat fasilitas pendidikan baru di Kabupaten Nunukan, Senin (25/5) kemarin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Peresmian dipusatkan di gedung baru SMA Negeri 3 Nunukan dan ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita.

Empat fasilitas pendidikan yang diresmikan meliputi Unit Sekolah Baru SMA Negeri 3 Nunukan, Unit Sekolah Baru SMA Negeri 1 Sei Menggaris, gedung sarana dan prasarana pendukung SLB Negeri Nunukan, serta laboratorium IPA dan ruang praktik siswa SMK Negeri 1 Sembakung Atulai.

Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya untuk masyarakat di kawasan perbatasan.

“Pendidikan adalah pondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing. Karena itu pemerintah terus hadir memperkuat fasilitas pendidikan hingga ke pelosok,” ujar Zainal dikutip dari laman resmi Pemprov Kaltara.

Total anggaran pembangunan empat fasilitas pendidikan tersebut mencapai Rp24,4 miliar yang bersumber dari dana revitalisasi dan APBD Provinsi Kalimantan Utara.

SMA Negeri 3 Nunukan memperoleh alokasi terbesar sebesar Rp11,49 miliar untuk pembangunan delapan ruang kelas baru, ruang guru, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya dengan kapasitas hingga 312 siswa.

Sementara itu, SMA Negeri 1 Sei Menggaris menerima anggaran Rp2,53 miliar untuk pembangunan gedung kantor dan ruang belajar.

SMK Negeri 1 Sembakung Atulai mendapat dukungan Rp3,22 miliar guna membangun ruang praktik agribisnis, laboratorium IPA, dan fasilitas sanitasi.

Adapun SLB Negeri Nunukan memperoleh Rp7,16 miliar untuk pembangunan ruang kelas, perpustakaan, ruang terapi, hingga asrama.

Kehadiran gedung baru juga disambut antusias para siswa. Salah satu pelajar SMA Negeri 3 Nunukan mengaku kini lebih nyaman belajar setelah sebelumnya harus menumpang di sekolah lain.

“Sekolah kami dulu itu sulit karena masih menumpang. Sekarang sangat senang karena sudah ada bangunan baru, jadi bisa lebih fokus belajar,” ungkap seorang siswa SMA Negeri 3 Nunukan.