Jayapura, GPriority.co.id – Inovasi pendidikan kembali hadir dari Papua. SMK Negeri 5 Penerbangan Waibu, Kabupaten Jayapura, menjadi sorotan publik setelah menerapkan sistem absensi digital yang memungkinkan kehadiran siswa dipantau langsung oleh orang tua melalui aplikasi WhatsApp.
Informasi tersebut menjadi viral setelah dibagikan melalui akun Facebook Basri Papua. Dalam unggahan itu diperlihatkan para siswa cukup menempelkan kartu identitas ke sebuah smartphone untuk mencatat kehadiran, mirip dengan sistem tap card yang biasa digunakan pada transportasi umum.
Teknologi tersebut dinilai mampu membuat proses absensi menjadi lebih cepat, praktis, dan akurat dibandingkan metode konvensional. Selain mengurangi potensi kesalahan pencatatan, sistem ini juga memberikan transparansi kepada orang tua mengenai aktivitas kehadiran anak mereka di sekolah.
Dalam keterangan unggahan Instagram @nowdots, dijelaskan bahwa sistem tersebut merupakan hasil pengembangan mandiri pihak sekolah dan dirancang agar terhubung langsung dengan nomor WhatsApp orang tua.
“SMK Negeri 5 Penerbangan Waibu di Jayapura, Papua, mencuri perhatian publik lewat penerapan sistem absensi berbasis teknologi yang inovatif. Para siswa cukup menempelkan kartu absensi ke smartphone layaknya sistem tap kartu transportasi umum untuk mencatatkan kehadiran mereka secara praktis dan otomatis,” tulis unggahan tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan, “Menariknya, sistem yang dikembangkan secara mandiri oleh pihak sekolah ini terhubung langsung dengan WhatsApp orang tua secara real-time. Melalui notifikasi tersebut, para orang tua dapat memantau kedisiplinan serta kehadiran putra-putri mereka di sekolah dengan lebih mudah dan transparan.”
Pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem absensi sekolah sejalan dengan upaya digitalisasi pendidikan yang terus didorong di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran sistem berbasis notifikasi waktu nyata (real-time) memungkinkan komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi lebih efektif, sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap tingkat kedisiplinan peserta didik.
Bagi orang tua, informasi kehadiran yang diterima secara langsung melalui WhatsApp dapat menjadi bahan evaluasi apabila anak terlambat atau tidak masuk sekolah. Sementara bagi pihak sekolah, sistem digital ini membantu proses administrasi menjadi lebih efisien karena seluruh data kehadiran tersimpan secara otomatis.
Inovasi yang diterapkan SMK Negeri 5 Penerbangan Waibu ini pun mendapat apresiasi dari banyak warganet. Tak sedikit yang berharap sistem serupa dapat diadopsi oleh sekolah-sekolah lain di Indonesia sebagai bagian dari transformasi digital di sektor pendidikan.
Dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana namun efektif, sekolah tersebut menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berasal dari kota-kota besar.
Langkah ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan mampu menghadirkan layanan yang lebih modern, transparan, dan melibatkan orang tua secara aktif dalam mendukung kedisiplinan siswa.
