Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Prabowo Subianto mematangkan program pembaruan buku ajar nasional dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat fondasi pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak usia dini.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar bermula dari hasil peninjauan langsung Kepala Negara ke sejumlah sekolah.
“Presiden mengecek satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca,” kata Teddy di Kantor Presiden, Jumat (7/8).
Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, Presiden menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku ajar yang digunakan di seluruh jenjang pendidikan. Evaluasi itu juga mencakup perbandingan dengan buku-buku dari negara-negara tetangga sebagai bahan penyempurnaan.
Pembaruan tidak hanya menyasar tampilan dan kualitas fisik buku, tetapi juga substansi materi pembelajaran. Pemerintah akan memperhatikan penguatan karakter kebangsaan, peningkatan pembelajaran sains dan teknologi, serta penguasaan bahasa asing.
“Buku ajar diharapkan hadir dengan desain yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang,” ujar Teddy.
Program tersebut mencakup perbaikan kualitas bahan cetak agar buku tidak mudah rusak dan dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, ukuran serta jenis huruf akan disesuaikan agar lebih ramah dan nyaman dibaca siswa, khususnya anak-anak SD.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan mutu substansi materi pelajaran agar dapat memenuhi standar pendidikan regional. Pembaruan buku ajar ini diharapkan mendukung Gerakan Wajib Membaca dan memperkuat budaya membaca di lingkungan pendidikan.
Melalui buku ajar yang berkualitas dan kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini, pemerintah berharap dapat menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing menghadapi tantangan global.
Foto : Kementerian Sekretariat Negara
