BRIN Beri Penghargaan untuk Inovator Baterai Agus Purwanto

Penyelenggaraan Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang berlangsung pada Senin (10/8) di BRIN M.H. Thamrin, Jakarta Pusat Penyelenggaraan Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026 dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), yang berlangsung pada Senin (10/8) di BRIN M.H. Thamrin, Jakarta Pusat

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan Indonesia Innovator Award 2026 kepada Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, ST, MT dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) yang diperingati setiap 10 Agustus.

Indonesia Innovator Award merupakan pengembangan dari BPPT Innovation Award. Penghargaan diberikan kepada inovator atau periset yang berhasil membawa hasil inovasinya menuju tahap komersialisasi, baik melalui lisensi maupun royalti.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak inovator menghasilkan teknologi yang memberikan manfaat nyata.

“Penganugerahan Indonesia Innovator Award ditujukan untuk menjadi pendorong dan motivasi bagi para pihak yang terkait dengan inovasi dan penerapan teknologi agar dapat lebih meningkatkan karyanya dan menjadi contoh bagi setiap insan teknologi,” kata Arif.

Agus Purwanto memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi. Ia meraih gelar doktor bidang Teknik Kimia dari Hiroshima University, Jepang, pada 2008 dengan fokus pada teknologi pembentukan nanopartikel, termasuk metode spray pyrolysis dan flame spray pyrolysis.

Sejak 2020, Agus memimpin Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS. Ia juga telah terlibat dalam pengembangan mobil listrik nasional sejak 2012 sebagai Ketua Riset Grup Baterai.

Pengembangan yang dilakukan Agus dan tim mencakup berbagai tingkatan, mulai dari material aktif, elektroda, sel, modul, battery pack, hingga sistem penyimpanan energi. Produk inovasinya antara lain sel baterai LFP dan NMC format 18650, powerwall berkapasitas 1–5 kWh, rechargeable genset, battery pack kendaraan listrik, BESS, material katoda NMC dan NCA, hingga lithium hydroxide dan lithium carbonate.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi dan bahan baku impor dengan memanfaatkan sumber daya lokal serta proses produksi yang dapat dikembangkan menuju skala industri.

Komitmen hilirisasi juga diwujudkan melalui pembentukan perusahaan pemula berbasis teknologi, yakni PT Batex Energi Mandiri dan PT Polimikro Berdikari Nusantara.

BRIN menilai perjalanan tersebut menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi dapat menghasilkan produk, usaha, lapangan kerja, serta nilai tambah ekonomi ketika didukung kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.