Arab Saudi, GPriority.co.id – Kabar duka datang dari Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Syekh Ibrahim bin Adel Hamza Al-Madani, salah satu muazin Masjidil Haram, meninggal dunia pada Senin (21/9) dalam usia 51 tahun. Kabar tersebut diberitakan sejumlah media kredibel dengan mengacu pada informasi dari otoritas Arab Saudi.
Syekh Ibrahim sempat mengumandangkan azan Subuh di Masjidil Haram pada Senin dini hari. Azan tersebut kemudian dikenang sebagai lantunan terakhirnya dari Masjidil Haram sebelum ia wafat beberapa jam kemudian. Rekaman azan terakhirnya turut beredar di media sosial setelah kabar kepergiannya diketahui publik.
Kabar duka tersebut juga dibagikan melalui unggahan Instagram akun @aa_gym. Dalam unggahannya disebutkan bahwa jenazah Syekh Ibrahim dimakamkan di Al-Mualla Cemetery, Makkah.
“Ya Alloh, terima setiap amal kebaikan beliau. Jadikan suara azan Masjid Haram yang ia kumandangkan sebagai pemberat pahala, penerang kubur, dan saksi kebaikan di akhirat kelak. Aamiin,” tulis Aa Gym.
Profil Syekh Ibrahim Al-Madani
Syekh Ibrahim Al-Madani lahir di Madinah pada 1976 dan tumbuh dalam keluarga religius. Kakeknya dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an yang memberikan pengaruh besar terhadap pendidikan agama dan kecintaannya terhadap Al-Qur’an. Ia juga memiliki latar pendidikan dalam bidang Studi Al-Qur’an.
Perjalanan Syekh Ibrahim sebagai muazin dimulai sejak usia sekitar 15 tahun ketika ia mengumandangkan azan di masjid di lingkungan tempat tinggalnya di Madinah. Ia kemudian menjalankan tugas tersebut secara bergiliran bersama tiga orang tetangga hingga menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia sempat berhenti dari aktivitas sebagai muazin karena bekerja sebagai pengajar di luar Madinah.
Sekitar 2007–2008, ia kembali mengumandangkan azan di Masjid Al-Maddah. Perjalanan tersebut berlanjut hingga akhirnya ia resmi dipercaya menjadi salah satu muazin Masjidil Haram sekitar 2017–2018.
Syekh Ibrahim merupakan satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Ia dikenal terutama karena lantunan azan Subuh, takbir, serta tugas tabligh, yakni membantu menyampaikan takbir imam kepada jemaah melalui sistem pengeras suara.
Dalam sebuah wawancara yang kembali diberitakan setelah wafatnya, Syekh Ibrahim pernah menceritakan pengalaman saat pertama kali mengumandangkan azan di Masjidil Haram. Ia mengaku menangis ketika melihat jemaah bertawaf mengelilingi Ka’bah sambil mendengarkan suaranya.
“Siapa saya sehingga suara saya dapat berkumandang di tempat yang suci ini?”
Kepergian Syekh Ibrahim meninggalkan rekaman suara azan yang selama bertahun-tahun terdengar dari Masjidil Haram, termasuk azan Subuh yang menjadi lantunan terakhirnya pada Senin pagi.
