Benarkah Eks Menperin Agus Gumiwang Dicopot Usai Tolak Impor Mobil Kopdes?

Agus Gumiwang Kartasasmita resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Perindustrian setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10)/Foto : Dok. Kemenperin Agus Gumiwang Kartasasmita resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Perindustrian setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10)/Foto : Dok. Kemenperin

Jakarta, GPriority.co.id – Agus Gumiwang Kartasasmita resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Perindustrian setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10).

Pergantian tersebut terjadi ketika Agus tengah berada di Amerika Serikat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Global Forum on Steel Excess Capacity (GFSEC) 2026.

Presiden Prabowo kemudian melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.

Posisi Agus dalam reshuffle ini kembali dikaitkan dengan sikapnya mengenai rencana impor 105.000 unit kendaraan pikap dari India untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Sebelumnya, Agus memang secara terbuka menyoroti rencana pengadaan kendaraan tersebut. Ia menilai industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pikap di dalam negeri.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus.

Agus juga menyebut industri otomotif nasional memiliki kapasitas produksi kendaraan pikap sekitar 1 juta unit per tahun. Menurutnya, pemanfaatan produksi dalam negeri berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi sekitar Rp27 triliun.

Rencana impor 105.000 pikap dari India sebelumnya memang menuai kritik. CNA melaporkan pengadaan tersebut bernilai sekitar Rp40 triliun dan memunculkan kekhawatiran terhadap industri otomotif serta lapangan kerja nasional. Sejumlah pihak bahkan menilai kebijakan itu berpotensi bertentangan dengan semangat penguatan industri dalam negeri.

Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Istana yang menyebut sikap Agus terhadap impor kendaraan Kopdes sebagai alasan pencopotannya. Pemerintah hanya mengumumkan pergantian menteri melalui Keppres tersebut.

Karena itu, anggapan bahwa Agus “dipecat karena menolak impor mobil Kopdes” masih merupakan spekulasi yang viral di media sosial namun belum terkonfirmasi. Fakta yang dapat dipastikan adalah Agus digantikan ketika sedang berada di AS, sementara sebelumnya ia memang menyuarakan pentingnya melindungi industri otomotif dan tenaga kerja dalam negeri.

Pergantian ini juga menarik perhatian karena terjadi di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan industri nasional dan prioritas penggunaan produk dalam negeri.