Jakarta, GPriority.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh rumah sakit di Jakarta memperkuat penemuan kasus, penanganan, dan kesinambungan pengobatan tuberkulosis (TBC). Langkah itu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung target eliminasi TBC pada 2030 melalui kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Pramono dalam kegiatan Hospital Leadership for Tuberculosis (TB) Elimination: Jakarta Menuju Eliminasi TBC 2030 di Ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/10).
Pramono mengapresiasi upaya Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam meningkatkan penemuan serta penanganan kasus TBC. Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya tersebut harus berjalan konsisten dan berkelanjutan agar target eliminasi tidak berhenti sebagai komitmen semata.
“Saya memberikan dukungan sepenuhnya agar pada 2030 eliminasi TBC di Jakarta benar-benar bisa terwujud. Upaya ini tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Saya berharap kebijakannya tetap berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan,” ujar Pramono.
Penanganan Terintegrasi
Menurut Gubernur, tingginya mobilitas penduduk Jakarta dan kawasan metropolitan sekitarnya menuntut sistem penanganan TBC yang terintegrasi. Oleh karena itu, koordinasi antara rumah sakit pemerintah, swasta, TNI-Polri, puskesmas, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Jakarta memiliki 197 rumah sakit, termasuk 31 rumah sakit umum daerah (RSUD), serta 44 puskesmas kecamatan dan 292 puskesmas pembantu. Pramono meminta jaringan fasilitas kesehatan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan pemeriksaan dan pelayanan TBC.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan harus memperoleh akses tanpa dibatasi kepemilikan KTP Jakarta. Menurutnya, penanganan penyakit menular memerlukan kerja sama lintas wilayah agar pengendalian penyakit dapat berjalan efektif.
Peran Komunitas
Selain melalui fasilitas kesehatan, Pemprov DKI mendorong keterlibatan kader PKK, Dasawisma, dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan untuk memperluas edukasi serta membantu menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.
Peran Pasukan Putih yang saat ini berjumlah 584 personel juga dinilai dapat mendukung upaya kesehatan berbasis komunitas sesuai tugas dan kewenangannya.
Dukungan Pemerintah Pusat
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jaringan rumah sakit.
Menurut Benjamin, peningkatan penemuan kasus harus diikuti penanganan yang tepat serta evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program. Pertemuan dengan para direktur rumah sakit menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kendala dan menyusun langkah perbaikan menuju 2027.
“Perkembangan dari angka-angka yang dilaporkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan peningkatan, baik dalam penemuan kasus maupun sosialisasi kepada masyarakat. Kami mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit untuk mencari hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusunnya agar program pada 2027 lebih baik,” ujar Benjamin.
Foto : Pemprov DKI Jakarta
