Potensi Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Desa Nglanggeran

Daerah Nglanggeran berada tepat di Kecamatan Patuk, Kabupaten. Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Desa ini miliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Langkah ini mampu menjadi cara terbaik dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya yang dekat berada di tempat wisata.

Kemudian, luas wilayahnya mencapai 762,7909 ha dengan batas-batas sebagai berikut; sebelah utara : Desa Ngoro-Ngoro, selatan : Desa Putat, barat : Desa Salam, timur : Desa Nglegi. Sedangkan, wilayah menurut penggunaannya meliputi; luas tanah sawah 85,38 Ha, luas tanah kering 271,04 Ha, luas tanah basah 0,00 Ha, luas tanah perkebunan 110,11 Ha, luas fasilitas umum 28,02 Ha, dan luas tanah hutan 268,25 Ha.

Sesuai dengan potensi sumber daya manusia yang ada, Desa Nglanggeran ditempati oleh 2664 orang, dengan jumlah total 837 kepala keluarga. Mayoritas masyarakat di daerah ini bekerja di sektor pertanian dan peternakan. Hal ini sesuai dengan karakteristik desa yang ada di pegunungan, sehingga bagus untuk bercocok tanam.

Prestasi yang dimiliki Desa Nglanggeran tidak dapat diragukan kembali. Berkat potensi yang dimilikinya, desa kebanggaan Gunung Kidul ini mampu menjadi Pemenang ASTA (Asean Sustainable Tourism Award) Tahun 2018. Lalu termasuk ke dalam 100 top destinasi berkelanjutan dunia 2019. Terpilih pula menjadi salah satu daerah Desa Wisata Berkelanjutan tahun 2021 penghargaan dari Kemenparekraf RI. Dan yang paling membanggakan, Desa Nglanggeran mendapatkan julukan Best Tourism Villages dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) 2021.

Keunggulan dari Desa ini terlihat dari masyarakatnya yang berhasil dalam mengolah sumber daya alam. Terbukti dengan adanya produk unggulan berbahan dasar cokelat. Bahkan, hasil olahan cokelat di sana mampu bersaing dengan produk cokelat lainnya. Olahan cokelat dipromosikan melalui tempat spa dan homestay yang ada di sana. Langkah ini menjamin peningkatan ekonomi para warga. Generasi muda pun ikut ambil andil dari terbentuknya desa wisata terbaik ini.

“Para pemuda Desa Nglanggeran sangat mencintai daerahnya, mereka disebut sebagai generasi penggerak. Selalu cari cara untuk hadirkan inovasi-inovasi guna membawa nama Nglanggeran lebih maju lagi.” jelas Sugeng Handoko Purba, pemuda asli Nglanggeran di acara Seminar Nasional Desa Wisata Bahari, Pelopor Kebangkitan Pariwisata Sultra, sebagai salah satu pembicara, Senin(7/2/22).

Tidak ketinggalan, desa ini juga miliki daya tarik keindahan pemandangan yang bertitik pada sebuah gunung yang diberi nama Gunung Api Purba. Hingga akhirnya hadir beberapa wisata yang dapat dinikmati para wisatawan; Air Terjun Musiman Kedung Kandang; Pengembangan Kawasan Glamping Kedung Kandang; dan Griya Cokelat. Semuanya dikelola oleh masyarakat yang selalu tanamkan prinsip ramah kepada para masyarakat, wisatawan, dan lingkungan serta hayatinya. (Ega.Foto.Istimewa)