Ciptakan Makanan Ringan dari Kulit Telur, Andika Ramzy Walid Raih Penghargaan AISEEF 2022

Saat memakan telur, cangkang atau lebih dikenal sebagai kulitnya sudah pasti akan dibuang. Karena lebih dianggap sampah yang tidak memiliki nilai jual dan dibuang begitu saja.

Namun tidak bagi Andika Ramzy Walid. Menurut Andika yang merupakan Siswa SMAN 28 Jakarta, kulit telur sangat bermanfaat.

Untuk itulah ia menyulap kulit telur menjadi kudapan bergizi dan bisa merangsang pertumbuhan tulang.

Bocah 15 tahun itu menerangkan angka prevalensi stunting pada 2019 silam mencapai 27,7%. Kondisi stunting yang kekurangan nutrisi itu membuatnya berfikir untuk mencari solusi untuk menekan angka tersebut.”Indonesia kaya akan sumber daya, salah satunya cangkang atau kulit telur dan rumput laut,” jelasnya.

Kulit telur mengandung 95% kalsium carbonate (CaCO3), yang berfungsi untuk menguatkan tulang manusia dan lebih mudah diserap oleh tubuh serta bisa dimanfaatkan untuk pencegahan stunting,”jelasnya.

Ia pun membandingkan kandungan gizi pada tempe, kacang-kacangan, susu sapi, kerang. Alhasil dari kulit telur mempunyai beberapa keunggulan, seperti lebih mudah ditemukan, harga terjangkau, bernutrsi, dan bisa di hasil sampingan.

Lebih lanjut dikatakan Andika, ” dari kulit telur Saya membuat CaCOOO Snackbar yang dikombinasikan dengan rumput laut. Snack ini baik untuk ibu hamil dan balita agar merangsang pertumbuhan tulang serta mencegah stunting,”

“Kandungan kalsium yang ada di CaCOOO Snackbar mengandung 0,5 gram. Artinya hanya mengonsumsi 2 batang, untuk memenuhi kebutuhan kalsium manusia yaitu 1 gram kalsium.Jika dibandingkan dengan telur mengandung 0,05 gram kalsium, dan kalsium pada daging ayam hanya 0,015 gram,”paparnya.

Pemilihan rumput laut juga bukan tanpa sebab, kandungan Yodium disebutnya bisa mencegah stunting pada bayi.

“Ada bahan yang dikombinasikan yaitu rumput laut (Eucheuma Spinosum). Ada kandungan lain yang ditemukan di rumput laut, seperti fosfor, besi dan yodium yang membantu pencegahan stunting,”ungkapnya.

Ide brilian Andika pun mengantarnya sebagai peraih Gold Medal Inovatif Science pada ajang Asean Innovative Science, Environmental & Entrepreneur Fair (AISEEF) 2022.

Sekedar informasi, AISEEF merupakan kontes kreativitas di bidang sains, lingkungan dan inovasi kewirausahan negara-negara Asia Tenggara. Para pelajar dari berbagai tingkatan SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi mempertahankan karya ilmiah masing-masing. Andika berhasil menyingkirkan 427 peserta dari 20 negara, penjurian digelar di Universitas Diponegoro, Semarang dan bekerjasama dengan Indonesian Young Sciencetis Association (IYSA).

Mengetahui siswanya keluar sebagai peraih medali emas Kepala Sekolah SMAN 28 Umaryadi mengaku kaget. Hal itu diakuinya diluar ekspektasi.

“Diluar ekspektasi saya, kok tiba-tiba muncul nama Andika. Ya kami dari sekolah sangat mengapresiasi, apalagi ini diluar perkiraan saya,”ungkapnya.

Disatu sisi Umaryadi mengatakan pihaknya memberi ruang melalui wadah Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI) pada ajang nasional. Perhelatan ilmiah tadi menjaditempat mengadu gagasan dan penelitian para siswa untuk ilmu pengetahuan.

“Setelah mendengar ide, gagasan dan narasi dari Andika saya semangat dan salut. Sekolah akan memberikan ruang agar mempresentasikan hasilnya ke teman-temannya. Dan mudah-mudahan muncul Andika yang lain,”tutupnya.(Hs.Foto.sudinkominfotikJaksel)