Executive Chef Novotel & Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square: Dari Gurun Pasir ke Ibu Kota

Executive Chef Novotel & Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square, Ester Bunga Aries Sirait (kiri) saat diwawancarai GPriority/Foto : Dok. GPriority (Rizky Dimuharram) Executive Chef Novotel & Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square, Ester Bunga Aries Sirait (kiri) saat diwawancarai GPriority/Foto : Dok. GPriority (Rizky Dimuharram)

Jakarta, GPriority.co.id – Menjabat sebagai Executive Chef, Ester Bunga Aries Sirait, diberi tanggung jawab penuh untuk memonitoring dapur di hotel tempatnya bekerja, Novotel & Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square.

Berbicara langsung kepada GPriority beberapa waktu lalu, Chef Bunga mengenang perjalanan kariernya hingga saat ini. Hebatnya, ia memulai karier sebagai Chef di Timur Tengah.

“Saya berkarier sebagai chef itu mulai di tahun 2005. Saya dulu awalnya dari Dubai, sekitar kurang lebih 6 tahun di middle east. Lalu sempat ke Libya, lalu ke Seychelles, Afrika, baru 2017 balik ke Indonesia,” kenangnya.

Berpindah dari Timur Tengah ke Indonesia, diakui Chef Bunga butuh penyesuaian yang cukup jauh berbeda. Terlebih berkaitan dengan menu masakan dan tenaga kerjanya. Namun ia mengakui, ritme kerja di tanah air justru lebih susah jika dibandingkan saat ia bekerja di luar negeri.

“Karena yang saya lihat ya, selama saya berkarier di Indonesia, kalau di luar negeri kan kita nggak boleh sakit nih. Karena kalau capek sedikit, dokter pasti tidak merekomendasikan. Kalau disini kan sakit sedikit izin sakit dan itu nggak perlu pakai dokter. Itu agak syok, ya. Shock culture mungkin. Itu yang di awal-awal saya harus adaptasi,” ungkapnya.

Sementara untuk rasa makanan, Chef Bunga menyebut dirinya tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan. Bahkan ketika masih berkarier di Timur Tengah, ia juga sering memasak makanan Indonesia.

“Kebetulan waktu itu saya dipercayakan untuk bikin menu tematik tiap minggu, ya. Jadi ada dalam satu bulan itu kita bikin Indonesian Food. Jadi nggak masalah, kita memperkenalkan juga makanan Indonesia,” ujarnya.

Beberapa makanan Indonesia tersebut diantaranya rendang, opor, soto ayam, hingga gorengan.

Lebih lanjut Chef Bunga menyebut, Ibis dan Novotel memiliki tim masak yang sama. Hingga saat ini, ada 19 personil di dapur dan 6 di bagian steward kitchen.

“Tantangannya saat ini mungkin lebih ke makanan western ya untuk lebih banyak gitu (menunya). Karena saya lihat sekarang sudah banyak nih tamu-tamu internasional menginap di hotel ini. Itu belum bisa saya implementasikan karena persentasenya masih banyak yang lokal,” imbuhnya. 

Angkat Tema Peranakan dan Nusantara di Ramadan 2026

Menyambut bulan Ramadan, Novotel & Ibis Styles Jakarta Mangga Dua Square juga menyediakan menu khusus Ramadan 2026 bertema peranakan dan nusantara.

Chef Bunga menuturkan, segmen market hotel ini lebih cenderung ke Asia, meskipun beberapa menu masakan western juga tersedia.

“Untuk Novotel sendiri lebih banyak ke peranakan. Kalau untuk Ibis karena market segmentnya berbeda, jadi lebih banyak ke nusantara,” ujarnya.

Hingga saat ini Ibis lebih menargetkan segmentasi untuk kalangan anak muda. Sehingga harganya pun disesuaikan dengan kantong mereka. Salah satu menu andalan di Ibis ialah ayam bumbu andaliman.

Sedangkan Novotel, memiliki segmentasi pasar yang berbeda dengan signature dish kambing guling yang menjadi menu andalannya.

Sementara untuk sahur, sama seperti menu breakfast hanya saja memiliki perbedaan pada jam penyajiannya.

“Kalau untuk sahur, basically lebih banyak ke menu breakfast sih ya. Jadi hampir sama dengan menu sarapan pagi. Kalau hari biasa kan breakfast-nya jam 6, kalau ini kan dimajuin. Kita tambahin kurma, spesial untuk sahur sendiri,” jelasnya.