Jakarta, GPriority.co.id – Berita duka menyelimuti bangsa Indonesia atas wafatnya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, Senin (2/3), pada usia 90 tahun.
Ia menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada pukul 06.58 WIB, setelah kesehatannya menurun sejak 16 Februari lalu. Selain itu pada tahun 2008, Try disebut mengalami gangguan penyempitan pembuluh darah di otak.
Sosok purnawirawan jenderal TNI ini dikenal sebagai tokoh militer sekaligus negarawan yang memiliki peran penting dalam perjalanan politik dan pembangunan nasional Indonesia, khususnya pada era Orde Baru. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa yang pernah ia abdikan sepanjang hidupnya.
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia meniti karier militer sejak usia muda dan dikenal sebagai prajurit yang disiplin serta berdedikasi tinggi. Pendidikan militernya ditempa dalam berbagai lembaga pendidikan TNI Angkatan Darat, yang kemudian membawanya menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan militer.
Dilansir dari berbagai sumber, namanya semakin dikenal publik ketika dipercaya menduduki jabatan Panglima ABRI pada akhir 1980-an. Puncak karier politiknya terjadi saat ia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998. Pada periode tersebut, Indonesia tengah berada dalam fase pembangunan ekonomi yang pesat, sekaligus menghadapi dinamika politik yang kompleks menjelang reformasi.
Karier militer Try Sutrisno dimulai dari berbagai penugasan di medan operasi hingga jabatan komando. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam dan kemudian dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Kepemimpinannya dikenal tegas namun tetap mengedepankan stabilitas nasional.
Sebagai Panglima ABRI, Try Sutrisno berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara di tengah berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia menjadi salah satu figur penting dalam struktur pertahanan Indonesia pada masa itu.
Ketika diangkat menjadi Wakil Presiden pada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno membawa latar belakang militer yang kuat ke ranah pemerintahan sipil. Sebagai wakil presiden, ia memiliki peran mendampingi Presiden Soeharto dalam menjalankan roda pemerintahan, termasuk dalam pengambilan kebijakan strategis nasional.
Selama menjabat sebagai Wakil Presiden RI, Try Sutrisno turut berperan dalam mendukung program pembangunan nasional, stabilitas politik, dan pertumbuhan ekonomi. Era tersebut ditandai dengan pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor industri, serta berbagai program kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Try Sutrisno juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan setelah tidak lagi menjabat. Ia kerap memberikan pandangan terkait kebangsaan, pertahanan, dan persatuan nasional. Komitmennya terhadap keutuhan NKRI menjadi salah satu nilai yang selalu ia gaungkan.
Sebagai tokoh militer senior, Try Sutrisno juga menjadi panutan bagi generasi prajurit TNI berikutnya. Dedikasi dan loyalitasnya terhadap negara menjadikannya figur yang dihormati, baik di kalangan militer maupun sipil.
Bangsa Indonesia kini mengenang Try Sutrisno bukan hanya sebagai mantan Wakil Presiden RI ke-6, tetapi juga sebagai prajurit, pemimpin, dan tokoh nasional yang telah memberikan dedikasi panjang bagi negara.
