Jakarta, GPriority.co.id-Dalam keterangan persnya beberapa waktu yang lalu di sela-sela penyelenggaraan KTT ASEAN 41 Kamboja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kekecewaannya terhadap Myanmar.
“Indonesia sangat kecewa dengan situasi Myanmar yang semakin buruk, tidak adanya progres yang signifikan dari implementasi 5PC (point consensus) sekaligus kita tidak melihat adanya komitmen dari junta militer untuk mengiplementasikannya,” ujar Presiden Jokowi.
Untuk itulah di hadapan anggota KTT Asean, Indonesia seperti dikatakan Jokowi menyatakan 6 sikapnya terhadap Myanmar.
Pertama, menegaskan 5PC (point consensus) tetap menjadi acuan utama bagi Asean dalam membantu Myanmar keluar dari krisis politik.
Kedua, mempertegas seruan penghentian kekerasan agar tercipta kondisi kondusif di Myanmar.
Ketiga, mengusulkan penugasan Sekjen Asean dan AHA Centre untuk terus mengupayakan akses agar Comprehensive Needs Assessment dapat segera diselesaikan.
Keempat, keputusan terkait non political representation dari Myanmar juga harus diberlakukan.
Kelima, Engagement Asean dengan semua stakeholder harus segera dilakukan.
Terakhir, untuk menghormati prinsip non interference, maka Asean tidak memberikan dukungan terhadap pemilu yang tidak inklusif dan tidak dipersiapkan berdasarkan dialog nasional.(Hs.Foto. BPMI Setpres)
