2 Makna Penting Perjamuan Kudus Saat Jumat Agung

Penulis : Sifra R | Editor : Lina F | Foto : Istimewa

Jakarta, GPriority – Peringatan Jumat Agung hanya terhitung 3 hari lagi, tepatnya 7 April 2023. Hari raya ini diperingati setiap tahun. Kegiatan yang sering dilakukan saat Jumat Agung ialah perjamuan kudus.

Perjamuan kudus merupakan tata ibadah gereja yang sangat penting bagi umat Kristiani. Menurut Alkitab, perjamuan kudus berkaitan erat denga roti dan anggur, sebagai lambang darah dan tubuh Yesus yang telah dikorbankan menebus dosa manusia.

Berikut GPriority.co.id merangkum makna perjamuan kudus saat hari raya Jumat Agung menurut Alkitab versi Internasional Literal Translation 3 (ILT3).

  1. Sebagai Peringatan Akan Kematian Yesus Kristus

Makna yang pertama ialah, sebagai peringatan akan kematian Yesus di kayu salib. Hal ini nyata dan tertulis di dalam alkitab perkataan Tuhan Yesus saat memerintahkan murid-murid-Nya untuk melakukan perjamuan kudus.

“Lukas 22:19-20 (ILT3) Dan setelah mengambil roti, seraya mengucap syukur, Dia memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, sambil berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan ganti kamu. Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Aku.” Sama seperti itu juga, cawan itu, sesudah makan, dengan mengatakan, “Cawan ini adalah perjanjian baru di dalam darah-Ku, yang ditumpahkan ganti kamu.”

Perintah yang Yesus katakan kepada murid-murid-Nya ribuan tahun lalu, sekarang diteruskan oleh gereja-gereja di dunia sebagai peringatan akan kematian Tuhan Yesus.

  1. Sebagai Sarana Pemberitaan Kematian Yesus Sampai Ia Datang Kembali

Makna kedua merupakan sarana pemberitaan kematian Yesus sampai ia kembali. Hal ini dijelaskan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di kota Korintus.

“1 Korintus 11:26 (ILT3) Sebab, sesering kamu dapat makan roti itu dan minum cawan itu, kamu sedang memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang.”

Jadi perjamuan kudus yang dilakukan terus menerus sampai akhir zaman oleh umat kristiani merupakan sebuah kesaksian terhadap kematian Yesus atas dosa manusia.