Penulis : Zulfitra | Editor : Lina F | Foto : Humas Setdaprov Aceh
Aceh, GPriority.co.id – Dalam membentuk karakter serta mental anak, orang tua memiliki peran besar dan sangat penting. Sebab, dasar pendidikan terbaik atau pola asuh positif sang anak seluruhnya berawal dari lingkungan keluarga atau rumah, yang diberikan langsung oleh orang tua.
Hal itu dikatakan, Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar, saat membuka kegiatan pembinaan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Gampong Peulanggahan, Kota Banda Aceh, Senin (21/8/2023).
Ayu menilai, pendidikan dari lingkungan keluarga atau rumah yang baik yang diberikan oleh orang tua, sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan anak di luar, tepatnya ketika mereka mulai memasuki pendidikan formal diluar rumah.
Selain itu, anak juga akan memiliki mental yang kuat dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif dalam menjalani kehidupan dan pergaulan mereka hingga dewasa nantinya.
“Pendidikan pola asuh sangat penting diberikan. Tidak hanya bagi anak perempuan, tapi kewaspadaan menjaga diri itu juga harus sama diajarkan pada anak laki-laki,” kata Pj Gubernur Aceh, Ayu Candra Febiola Nazuar.
Sebab, Ayu melihat, kekerasan seksual terhadap anak kini tidak hanya dialami oleh anak perempuan saja. Namun, anak laki-laki juga kerap mengalami pelecehan yang traumatis, sehingga akan berdampak bagi mental mereka hingga dewasa.
“Menjaga anak perempuan maupun anak laki-laki sama sulitnya di era ini. Apalagi saat ini banyak penderita HIV atau penyakit seksual menular akibat hubungan sejenis atau lebih dikenal istilah LGBTQ++ terutama pada anak laki-laki,” ujarnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar anak laki dan perempuan harus sama-sama diperhatikan baik pergaulan dan kesehatan mentalnya. Sebab, isu tersebut harus dipegang kuat oleh para orang tua. Dan itu sama prioritasnya dengan kesehatan fisik terhadap anak.
Atas dasar itu, kata Ayu, orang tua dituntut harus mengenal lebih dalam kondisi mental anak. Begitu juga halnya dengan penyakit fisik mereka, yang mana juga harus diberikan penanganan dan pengobatan, jika mereka nantinya ditemukan mengalami guncangan.
Untuk itu, guna mencegah semua itu terjadi, Ayu mengimbau agar orang tua wajib membekali anak-anak mereka tentang pendidikan kehormatan, atau pendidikan seks. Hal itu, kata Ayu, guna mencegah anak menjadi sasaran pelecehan seksual. Baik akibat pergaulan bebas maupun objek tindak kejahatan seksual.
Lebih jauh, istri Pj Gubernur, Achmad Marzuki mengatakan, guna membentengi sang buah hati tersebut, hal pertama yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memperkenalkan bagian tubuh pada anak sedari dini. Itu bertujuan untuk mengajari anak apa arti dan fungsi sebenarnya dari bagian tubuh, terutama pada bagian organ reproduksi si anak, serta menyampaikan kepada mereka bagian-bagian mana saja yang tidak boleh disentuh oleh orang lain.
Sejatinya anak laki dan perempuan itu sama. Harus diberikan kesetaraan dalam pengasuhan-nya, terutama dalam kemampuan bertahan hidup di luar rumah. Keduanya tentunya harus memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi dunia luar,” ujarnya.
