Berlaku 1 November, Mendaki Gunung Gede Pangrango Akan Gunakan Aplikasi ‘Siap Gepang’

Penulis : Dimas A Putra | Editor : Lina F | Foto : dokpribadi

Jakarta, GPriority.co.id – Mulai 1 November 2023, sistem pendaftaran pendakian Gunung Gede Pangrango akan menggunakan aplikasi ‘Siap Gepang’. Penerapan sistem ini guna menyederhanakan pendaftaran bagi calon pendaki.

Kepala Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Sapto Aji Prabowo menjelaskan sebelumnya calon pendaki harus melakukan registrasi dengan mengisi banyak data yang dinilai cukup menyulitkan, sekarang cukup memasukkan NIK, umur dan barang bawaan dan membayar dengan QRIS.

“Setelah membayar dengan QRIS, calon pendaki mendapat kode booking. Aplikasi Siap-Gepang akan dirilis 1 November 2023 sebagai upaya memperketat pengawasan,” ujar Sapto dikutip Antara, Sabtu (21/10).

Sapto menerangkan, terkait isian barang bawaan pendaki akan diperiksa petugas di pintu masuk, termasuk ketika pendaki melakukan pelanggaran, sistem aplikasi langsung memasukkan namanya dalam daftar hitam atau blacklist. Sehingga, kata Sapto selanjutnya tidak dapat lagi melakukan registrasi.

Bahkan saat turun kembali pendaki tidak melapor, tidak membawa sampah dari atas termasuk melebihi jadwal pendakian secara otomatis sistem pada aplikasi akan memasukkannya ke dalam catatan hitam terhadap pendaki selama dua tahun.

“Sanksi yang diterapkan tidak dapat mendaki gunung manapun di Indonesia selama dua atau lima tahun, sedangkan bagi yang kedapatan membawa bunga Edelweis selain sanksi tidak dapat mendaki selama lima tahun akan dikenakan sanksi pidana,” ungkapnya.

Sepanjang tahun 2023, pihaknya mencatat sudah 30 orang pendaki yang masuk dalam daftar hitam, sebagian besar melakukan pendakian saat penutupan, membawa barang terlarang jenis bom asap atau flare dan mendaki lewat jalur ilegal.

“Tidak hanya dilarang mendaki ke Gunung Gede Pangrango, tapi mereka yang masuk dalam daftar hitam otomatis tidak dapat mendaki di 55 taman nasional yang ada di Indonesia,” katanya.